<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137</id><updated>2011-11-23T22:02:30.083-08:00</updated><category term='Harta'/><category term='Allah'/><category term='mujizat'/><category term='Keselamatan'/><category term='humor'/><category term='berkat'/><category term='Kekristenan'/><title type='text'>Back to the Bible</title><subtitle type='html'>Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

1Timotius 4:16</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-6953555827815077907</id><published>2011-01-25T20:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T03:13:33.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta'/><title type='text'>Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (4) - PRINSIP TABUR TUAI (Kaya vs Cukup)</title><content type='html'>&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lanjutan dari blog Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) - BERKAT ABRAHAM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/12/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-3.html"&gt;http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/12/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-3.html&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUEzkKv-_DI/AAAAAAAAAJ8/VjDLfkGu4Vc/s1600/menyebar-uang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUEzkKv-_DI/AAAAAAAAAJ8/VjDLfkGu4Vc/s200/menyebar-uang.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2Korintus 9:6&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:6Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yak, mantab sekali ayat ini! Benar-benar mantab! Ini adalah salah satu resep dari sekian banyak resep hidup berkelimpahan. Banyak sekali orang yang menggunakan ayat ini sebagai resep manjur untuk menjadi kaya.Ini adalah ayat yang tidak panjang, simpel tetapi mantab! Banyak pengajaran berkata bahwa jika kita memberi uang banyak, maka nanti akan menuai uang banyak juga. Jadi, jika kita ingin kaya maka kita harus menabur banyak uang ke gereja atau hamba Tuhan itu, nanti kita akan menuai kekayaan materi yang berlimpah-limpah. Jadi bagaimana keterangan dari prinsip ini? Coba kita lihat ayatnya dengan lebih jelas agar kita lebih enak mempelajari resep yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2Korintus 9:6-11 &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:6Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:7Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:8Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa &lt;b&gt;berkecukupan di dalam segala sesuatu&lt;/b&gt; dan malah &lt;b&gt;berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:9Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:10Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:11kamu akan &lt;b&gt;diperkaya dalam segala macam kemurahan hati,&lt;/b&gt; yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membacanya, ternyata konteks 2Korintus 9:6-11 ini bukanlah soal kekayaan materi, lalu soal apa? Disitu dikatakan jika kita menabur, maka harus dengan SUKARELA dan SUKACITA. Sukarela itu berarti kita memberikannya benar-benar dengan hati untuk memberi, bukan dengan motivasi untuk menjadi kaya raya. Jika kita memberi dengan motivasi untuk mendapatkan keuntungan berlipatkali ganda, itu namanya tidak sukarela, itu ada embel-embel dibaliknya. Itu bukan memberi dengan sukarela tetapi dagang mencari untung. Ini sama saja dengan hal "mencari Kerajaan Allah" dan "mengumpulkan harta di Sorga" yang telah kita bahas di dalam blog-blog sebelumnya. Teori ini tidak bisa dibalik. Dengan menabur untuk pekerjaan pelayanan maka kita mengumpulkan harta di Sorga, dengan mengutamakan pekerjaan Tuhan dengan cara menabur dengan sukarela dan sukacita, itu berarti kita juga termasuk "mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya." Yang dimaksutkan Paulus adalah, jika kita menabur dengan sukacita maka kita akan menuai hasil/buah dari benih taburan kita. Jadi apa yang akan kita tuai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 8 dikatakan "BERKECUKUPAN di dalam segala sesuatu." Di sini diterangkan bahwa kita jangan kuatir karena Allah itu sanggup memberikan kecukupan kepada kita, kita akan dicukupi oleh Allah di dalam segala sesuatu, termasuk kebutuhan jasmani kita. Disitu dikatakan kita akan CUKUP, bukan berkelebihan. Barulah berikutnya diakatakan "BERKELEBIHAN di dalam PELBAGAI KEBAJIKAN." Bukan berkelebihan di dalam keuangan dan materi duniawi. Artinya adalah, bahwa Allah sanggup memberikan harta yang berlebih juga, tetapi yang terpenting di sini bukan banyak hartanya tetapi yang terpenting adalah HATI YANG MEMBERI/KEBAJIKAN. Dengan apa yang Allah sudah berikan kepada kita itu harus menjadikan hati kita menjadi suka untuk kita melakukan kebajikan, bahkan berkelebihan/bertambah-tambah/melimpah-limpah di dalam melakukan kebajikan, dengan demikian berarti yang menjadi sorotan di ayat ini bukanlah diperkaya dengan harta duniawi tetapi DIPERKAYA dengan HARTA ROHANI, yaitu kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya juga dikatakan "DIPERKAYA dalam segala macam KEMURAHAN HATI." Betul sekali bahwa Tuhan akan menjadikan kita kaya, tetapi kaya dalam kemurahan hati, bukan kaya dalam harta duniawi. Jika kita menabur untuk menjadikan kita DIPERKAYA DENGAN SEGALA MACAM HARTA DUNIAWI, maaf, saya katakan itu salah alamat! Karena ayat ini berkata kita akan DIPERKAYA DENGAN SEGALA MACAM KEMURAHAN HATI. Artinya kita akan mempunyai hati yang suka memberi, hati yang suka memberi inilah yang menjadi pokok utama dari ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Allah memberikan harta duniawi yang lebih-lebih/berlimpah-limpah kepada kita? Menurut saya, ayat 2Korintus 9:6-11 ini juga menyatakan bisa. Tetapi bila kita diberikan kelebihanpun, itu adalah untuk kita bisa memberikan yang lebih lagi. Tetapi bisa saja juga Allah tidak memberikan kita harta yang lebih-lebih/berlimpah-limpah, karena inti dari persoalan disini adalah HARTA ROHANInya, BUKAN HARTA DUNIAWInya. Jika Allah memberikan kita kekayaan lalu itu membuat kita jauh dari Allah/kehilangan harta rohani, itu berarti Allah jahat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah anda tentang janda miskin yang memberikan 2peser?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: blue;"&gt;&lt;span style="background-color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Markus 12:41-44&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:41Pada  suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan  bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. &lt;b&gt;Banyak orang  kaya memberi jumlah yang besar.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:42Lalu datanglah seorang &lt;b&gt;janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:43Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: &lt;span id="r"&gt;"Aku  berkata kepadamu, sesungguhnya &lt;b&gt;janda miskin ini memberi lebih banyak  dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:44&lt;span id="r"&gt;Sebab  &lt;b&gt;mereka semua &lt;u&gt;memberi dari kelimpahannya,&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; tetapi &lt;b&gt;janda ini &lt;u&gt;memberi dari  kekurangannya,&lt;/u&gt; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="r"&gt;Jika kita melihat ayat diatas dan kita hubungkan dengan 2Korintus 9:6-11, siapakah yana BERKELEBIHAN DALAM PELBAGAI KEBAJIKAN? Siapa yang DIPERKAYA DALAM SEGALA MACAM KEMURAHAN HATI? Orang kaya atau janda miskin itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;Dalam beberapa kotbah yang saya dengarkan, disitu diajarkan bahwa ayat 2Korintus 9:6-11 dipakai agar kita mendapatkan harta duniawi yang terus bertambah, supaya kita bisa bertambah memberi/memberkati juga. Jika Tuhan tidak memberi banyak, bagaimana kita bisa menabur banyak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;Tanggapan saya, ini adalah pemikiran DUNIAWI(maaf). Banyak bagi pendeta yang mengajarkan demikian adalah banyak dalam arti JUMLAH. Sedangkan Tuhan milhat banyak atau tidaknya pemberian kita BUKAN BERDASARKAN JUMLAH. Tetapi Tuhan melihat dari seberapa besar pengorbanan kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;Saya sering menjumpai di gereja-gereja terntentu, ada orang-orang kaya yang menyokong dana di gereja dalam jumlah besar. Orang-orang kaya ini selalu saja disebut-sebut dalam kotbah dan dihormati dan mendapat tempat khusus dari gembala atau dari gereja karena dirasa telah memberikan banyak bantuan dana kepada gereja atau kepada pribadi pendetanya. Tetapi saya juga melihat banyak sekali jemaat-jemaat yang hidupnya pas-pasan, yang datang dengan naik angkutan umum, sepeda, bahkan jalan kaki, yang mereka juga ikut menyumbang gereja yang tentunya tidak akan terlihat karena mereka memberi sedikit-sedikit. Tetapi apakah kita tahu, ada orang-orang miskin yang memberi dari kekurangan mereka seperti jandi yang memberi 2 peser itu? Dari kacamata Tuhan merekalah yang memberikan lebih besar daripada orang-orang kaya itu. Orang-orang kaya itu banyak memberikan ratusan juta karena uangnya miliar. Orang-orang kaya banyak memberikan miliar karena uangnya treliun. Tetapi jemaat yang lain ada yang memberikan hanya seribu dua ribu perak dari hasil pendapatannya yang tidak seberapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;Ada beberapa pendeta yang mengajarkan bahwa Allah menghitung prosentase, saya juga kurang setuju akan hal ini, karena Tuhan tidak menghitung dari prosentase tetapi yang Tuhan Yesus maksut adalah, dari seberapa lebih dan sebarapa kurang uang itu untuk kehidupan kita. Jika kita mau menghitungnya sebagai prosentase, mungkin hasilnya akan sama. Yang saya maksut adalah sebagai berikut; Jika ada jemaat yang hidupanya pas-pasan memberikan 200ribu dari pendapatannya dalam sebulan 1juta, maka dia memberikan 20% dari pendapatannya. Jika ada orang kaya yang memberi 2miliar dari pendapatannya sebulan 10miliar, maka orang kaya ini juga memberikan 20% dari pendapatannya. Jika dihitung dalam prosentase maka mereka sama-sama memberikan 20%, hasilnya akan sama. Tetapi ingat saudaraku, salam sebulan orang yang pas-pasan itu harus berjuang hidup dengan uang 800ribu dan orang kaya itu dalam sebulan hidup dengan uang 8MILIAR!!!!!!!!! Jika sama-sama punya 3 anak, saudara bisa bayangkan bagaimana hidup keluarga dengan 3 anak dengan uang 800ribu sebulan dan hidup dengan uang 8MILIAR sebulan. Bedanya tetap jauh bukan? YANG PAS-PASAN MEMBERI DARI KEKURANGANNYA, dan YANG KAYA MEBERI DARI KELEBIHANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="r"&gt;Jadi jika kita kembalikan kepada 2Korintus 9:6-11 tadi, bukan berarti yang punya harta sedikit itu tidak bisa memberikan banyak, sebab yang punya harta banyakpun jika memberi dari kelebihannya itu hitungannya di mata Tuhan adalah lebih sedikit daripada yang memberi sedikit tetapi dari kekurangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menggunakan ayat-ayat seperti ini sebagai resep menjadi kaya untuk mencari harta duniawi, maka sebenarnya kita sudah menyalahi ayat tentang "mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya terlebih dahulu." Jika ayat 2Korintus 9:6-11 ini adalah benar-benar bisa dipakai untuk mencari harta duniawi, maka ayat ini akan menyalahi ayat tentang "mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya," maka tentulah Firman Tuhan menjadi tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ayat "resep tabur tuai" ini adalah singkron dengan pengajaran Tuhan Yesus tentang "harta di dunia dan harta di Sorga." Jika ayat tabur tuai ini memang bisa digunakan untuk mencari kekayaan, maka Firman Tuhan akan menjadi tidak konsisten. Banyak orang sekarang hanya mengambil ayat semau-maunya saja untuk memuaskan keinginan mereka. Akibatnya ayat-ayat Alkitab menjadi tidak konsisten satu dengan yang lainnya. Dan hal ini akan membuat suatu pengajaran yang rancu kepada jemaat. Yang dimaksut Alkitab apa, yang diterangkan lain, alias tidak sesuai dengan konteks dan maksut dari Alkitab itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat-ayat lain pun Firman Tuhan menerangkan hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakobus 2:5&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2:5Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi &lt;b&gt;&lt;span id="w"&gt;kaya&lt;/span&gt; dalam iman&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;menjadi ahli waris Kerajaan&lt;/b&gt; yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?&lt;span style="font-size: medium; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=58&amp;amp;c=13&amp;amp;v=5"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1Timotius 6:17-19&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:17Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada &lt;b&gt;sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,&lt;/b&gt; melainkan pada Allah yang &lt;b&gt;dalam kekayaan-Nya&lt;/b&gt; memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:18Peringatkanlah agar mereka itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berbuat baik&lt;/span&gt;, menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kaya dalam kebajikan&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; suka memberi dan membagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:19dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2Timotius 1:13-14&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:13Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh &lt;b&gt;ajaran yang sehat&lt;/b&gt; dan lakukanlah itu &lt;b&gt;dalam iman dan kasih&lt;/b&gt; dalam Kristus Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:14Peliharalah &lt;b&gt;harta yang indah,&lt;/b&gt; yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ibrani 10:34 &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;10:34Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika &lt;span id="w"&gt;harta&lt;/span&gt; kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki &lt;b&gt;&lt;span id="w"&gt;harta&lt;/span&gt; yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih banyak lagi ayat-ayat serupa, yang menerangkan tentang harta-harta yang bukan harta duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam 2Korintus 9:6-11 tadi diajarkan bahwa Tuhan akan mencukupkan kita, bukan berjanji memberi banyak harta.Ngomong-ngomong tentang "CUKUP," saya akan memberikan satu pengertian yang saya dapat tentang "CUKUP."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cukup vs Kaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di dalam 2Krointus 9:8 yang telah kita bahas tadi, di situ dikatakan "BERKECUKUPAN." Apakah ini berati ba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;wa orang Kristen tidak boleh jadi kaya dan hanya hidup pas-pas an saja? Apakah ini berarti bahwa jika kita bekerja atau kita dagang maka kita tidak boleh mengembangkan pekerjaan atau dagangan kita sehingga usaha kita berkembang dan kita menjadi semakin kaya? Ditambah lagi dengan Yesus juga mengajarkan doa "Bapa kami" yang salah satu kalimatnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Matius 6:11 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6:11&lt;/span&gt;&lt;span id="r" style="color: blue;"&gt;&lt;span id="w"&gt;Berikanlah&lt;/span&gt; kami pada hari ini makanan kami yang &lt;b&gt;&lt;span id="w"&gt;secukupnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika saya memperbincangkan atau mensharingkan hal ini kepada perorangan atau kepada suatu perkumpulan, selalu saja ada orang-orang yang langsung mimik mukanya berubah menjadi serius. Entah seriusnya karena penasaran atau seriusnya karena takut kalau-kalau memang benar bahwa orang Kristen tidak boleh menjadi kaya. Yang pas-pasan kuatir karena pengharapannya untuk meningkatkan taraf hidup menjadi musnah seketika, yang kaya kuatir kalau-kalau tidak boleh menjadi orang kaya maka harus menjual hartanya. Mau percaya tapi kok serba salah, mau tidak percaya tapi kok ayatnya berkata demikian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampai saat ini pemahaman saya adalah demikian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Amsal 30:8-9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;30:8Jauhkanlah  dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku  kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati &lt;b&gt;makanan yang menjadi  &lt;u&gt;bagianku.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;30:9Supaya,  kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN  itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Amsal 30:8 mengatakan "biarlah aku menikmati MAKANAN YANG MENJADI BAGIANKU. Jadi ada kemungkinan bahwa kita ini bisa memakan suatu MAKANAN YANG BUKAN BAGIAN KITA. Pertanyaannya apakah yang dimaksut dengan "MAKANAN YANG MENJADI BAGIAN KU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di dalam terjemahan lain kita akan kembali menemui kata "CUKUP." Kata "makanan yang menjadi bagianku" diterjemahkan sebagai "CUKUP untuk memenuhi keperluanku."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Amsal 30:8(Firman Allah yang Hidup)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=20&amp;amp;c=30&amp;amp;v=8&amp;amp;version=fayh"&gt;30:8&lt;/a&gt;Pertama,  tolonglah supaya aku jangan berdusta. Kedua, janganlah memberi aku  kemiskinan atau kekayaan! Berilah aku sekadar &lt;b&gt;&lt;u&gt;cukup &lt;/u&gt;untuk memenuhi  keperluanku! &lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di ayat yang ke 9 dikatakan bahwa, jika kita kelebihan makanan/tidak sesuai porsi kita, maka bisa terjadi bahwa kita lupa akan Allah dan menyangkal Allah. Sebaliknya jika kita kekurangan maka bisa saja kita mencuri dan mencemarkan nama Allah. Jadi inti dari ayat ini adalah, baik di dalam kelebihan maupun di dalam kekurangan, dua-dua nya itu tidak baik. Tetapi sampai disini biasanya masih menimbulkan pertanyaan baik dari kalangan yang pas-pasan maupun dari kalangan kaya. Yang pas-pasan akan berpikir "wah jika miskin/kekurangan itu tidak baik, ya bagus lah. Tapi jika kaya tidak baik juga, ya sama saja dong!" Sementara dari kalangan yang kaya akan berpikir juga "waduh, jika tidak boleh miskin ya puji Tuhan, tetapi jika kaya juga tidak boleh ya sama saja harus bagi-bagi harta dong, pusing juga nih!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menurut saya, di sini konteks intinya adalah bukan miskin atau kayanya, tetapi yang menjadi inti persoalannya adalah KEMUNGKINAN dari hasil menjadi kaya dan menjadi miskin. Jadi konteks kondisi kaya disini bukanlah hanya suatu kondisi orang yang banyak harta/materi dan konteks kondisi miskin di sini bukan berarti hanya orang yang kekuarangan uang/materi. Tetapi kaya disini adalah SUATU KONDISI YANG MEMBAHAYAKAN, DIMANA ORANG DAPAT MELUPAKAN/MENGHUJAT ALLAH KARENA MERASA MEMPUNYAI KELEBIHAN HARTA. Dan miskin disini adalah SUATU KONDISI YANG MEBHAYAKAN, DIMANA ORANG DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN YANG DAPAT MENCEMARKAN NAMA ALLAH KARENA MERASA KEKURANGAN HARTA. Jadi yang menjadi prioritas tertinggi disini adalah, kemungkinan terjadinya kondisi yang buruk antara kita dengan Tuhan, bukan berapa banyak harta yang kita punya. Karena bisa saja orang mempunyai banya sekali harta tetapi masih merasa kurang lalu melakukan tindakan-tindakan dimana akan mencemarkan nama Allah. Bisa juga orang mempunyai harta yang tidak terlalu banyak dalam hitungan angka tetapi sudah merasa berkelebihan dan melupakan Allah. Jika kita mengasumsikan bahwa kaya disini artinya hanya sekedar banyak uang, maka berapakah aset yang harus dimiliki seseorang sehingga bisa disebut kaya? Begitu pula sebaliknya dengan miskin. Tidak ada ukuran harta yang pasti untuk seseorang bisa disebut kaya. Jika kaya diartikan banyak uang, ya bisa saja, tetapi seberapa ukurannya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi arti dari kata "makanan yang menjadi bagianku" adalah: SUATU KONDISI (ENTAH DENGAN BERAPA BANYAK HARTA YANG KITA PUNYAI) YANG TIDAK MENGAKIBATKAN KITA MELUPAKAN/MENYANGKAL ALLAH&amp;nbsp; KARENA MERASA KELEBIHAN HARTA, DAN TIDAK MENGAKIBATKAN KITA BERBUAT SESUATU YANG MENCEMARKAN NAMA ALLAH KARENA MERASA KEKURANGAN HARTA. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebelum membahas lebih lanjut, saya akan mengajak kita untuk melihat satu ayat lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Markus 9:43-47&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:43&lt;span id="r"&gt;Dan  jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena &lt;b&gt;lebih baik engkau  masuk ke dalam hidup&lt;/b&gt; dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua  tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:44&lt;span id="r"&gt;(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:45&lt;span id="r"&gt;Dan  jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena&lt;b&gt; lebih baik engkau  masuk ke dalam hidup &lt;/b&gt;dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu  dicampakkan ke dalam neraka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:46&lt;span id="r"&gt;(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9:47&lt;span id="r"&gt;Dan  jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, &lt;b&gt;karena lebih baik engkau  masuk ke dalam Kerajaan Allah&lt;/b&gt; dengan bermata satu dari pada dengan  bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,&lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jika kita melihat Markus 9:43-47 ini, Yesus mengajarkan bahwa ada hal yang lebih tinggi/lebih penting sifatnya daripada tubuh kita, hal itu adalah "masuk ke dalam hidup/Kerajaan Allah." Jika salah satu angota tubuh kita membawa kita ke dalam neraka, janganlah disayangkan, karena yang lebih penting yaitu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Perumpamaan ini bukan berarti jika kita berdosa lalu kita langsung memenggal tangan atau kaki atau memotong telinga atau mencungkil mata, tetapi perumpamaan ini mengatakan bahwa hal yang lebih utama adalah "MASUK KERAJAAN ALLAH."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dari pengertian ini, kita bisa melihat dan kembali ke Amsal 30:8. yang dimaksut penulis Amsal juga seperti yang dimaksut Yesus, bahwa ada hal yang lebih penting. Penulis Amsal mengatakan bahwa hubungan dengan Allah adalah lebih penting daripada harta. Tadi sudah kita bahas bahwa istilah kaya itu bukan suatu patokan banyaknya harta, tetapi adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;SUATU KONDISI YANG MEMBAHAYAKAN, DIMANA ORANG DAPAT MELUPAKAN/MENGHUJAT ALLAH KARENA MERASA MEMPUNYAI KELEBIHAN HARTA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;. Miskin adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;SUATU KONDISI YANG MEBHAYAKAN, DIMANA ORANG DAPAT  MELAKUKAN TINDAKAN YANG DAPAT MENCEMARKAN NAMA ALLAH KARENA MERASA  KEKURANGAN HARTA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Dan istilah kata "CUKUP/MENJADI BAGIANKU" di dalam Amsal 30:8 adalah SUATU KONDISI YANG TIDAK MEMBAHAYAKAN YANG DAPAT MENGAKIBATKAN KITA DAPAT MELUPAKAN ATAU MENCEMARKAN ALLAH. Jadi Allah adalah lebih penting dari harta, hubungan kita dengan Allah itulah yang paling utama, yang lebih penting dari harta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jika kita hubungkan dengan pembicaraan kita diatas mengenai "bolehkah orang kristen menjadi kaya?" Jika kaya dan miskin mempunyai arti seperti yang telah kita bahas, maka menurut saya TIDAK ADA SALAHNYA ORANG KRISTEN PUNYA BANYAK HARTA, JIKA ITU TIDAK MEMBUAT DIA MELUPAKAN ALLAH-NYA.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi jika kita melihat dari berbagai pengajaran tentang "cukup," maka saya berkata bahwa orang Kristen memang hanya boleh hidup cukup seperti yang Alkitab ajarkan, kata "CUKUP" disini saya artikan demikian:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jika seseorang mempunya banyak harta, dan itu membuat dia lupa akan Allah-nya, maka itu berarti TIDAK CUKUP, itu berarti KAYA(dalam arti berlebihan, seperti konteks amsal 30:8).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jika seseorang mempunyai banyak harta, dan itu tidak membuat dia lupa akan Allah-nya, maka HARTA YANG BANYAK ITU memang CUKUP untuk dia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ada banyak orang yang ketika menjadi kaya maka dia lupa akan Allah-nya, menjadi sombong, merasa hebat sendiri, semua dalah hasil usahanya semata-mata, dll. Tetapi ada juga orang-orang Kristen yang ketika menjadi kaya tetap ingat akan Allah-nya bahkan lebih melekat kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi sekali lagi, Alkitab tidak pernah melarang orang Kristen mempunyai banyak harta, tetapi hati-hati, apakah harta itu menjadikan kita melupakan Allah atau tidak? Maka dari itu saya menganjurkan kita berdoa seperti Amsal 30:8-9, dan berdoa seperti yang Yesus ajarkan yaitu doa Bapa kami, bahwa kita meminta kepada Tuhan sesuatu yang CUKUP untuk kita, jangan yang berlebihan yang dapat membuat kita lupa akan Allah kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kesaksian yang Tidak Seimbang &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sampai disini kita tahu bahwa Firman Tuhan tidak pernah menjajikan jika kita menabur untuk pekerjaan Tuhan maka kita akan diberkati menjadi kaya raya, karena yang Tuhan inginkan adalah cukup. Karena kelebihan harta/kaya bisa membawa kita kepada bahaya. Dan itu bukan berarti bahwa orang Kristen tidak boleh punya banyak harta, tetapi "cukup" berarti cukup tidak membuat kita melupakan Allah kita. Tetapi ada juga kesaksian-kesaksian dari beberapa orang yang merasa dirinya "diberkati" berlimpah-limpah dan menjadi kaya karena hasil menabur untuk pekerjaan Tuhan. Bagaimana dengan kasus tersebut? Saya akan mencoba menajawab beberapa pertanyaan dari rekan-rekan seiman yang sering menanyakan hal ini kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, banyak sekali kesaksian-kesaksian yang mengakibatkan adanya pengajaran-pengajaran yang tidak seimbang. Banyak sekali kesaksian orang dari miskin(maaf) lalu menjadi kaya, gara-gara mengikut Tuhan. Saya katakan, memang hal ini bisa saja terjadi, Tuhan mempunyai hak untuk membuat orang itu memiliki harta yang banyak atau tidak. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah sudah pasti kekayaan itu adalah hasil dari menabur? Belum tentu bukan? Bisa saja memang sudah waktunya Tuhan mengijinkan orang itu kaya, bisa saja memang usahanya maju. Atau jangan-jangan dari setan bisa tidak? Bisa saja dari hasil usaha kerasnya sendiri? Bisa-bisa saja, sebab banyak sekali orang-orang kaya yang pelit dan menjadi semakin kaya, banyak juga orang-orang jahat yang menjadi semakin kaya. Lalu mengapa saya katakan bahwa kesaksian-kesaksian tersebut tidak seimbang? Karena banyak juga orang-orang yang sudah menabur demi pekerjaan Tuhan yang tidak menjadi kaya. Hanya saja mereka tidak memberikan kesaksian, ya karena mereka pikir, apanya yang disaksikan toh saya kan tidak "mengalami mujizat" menjadi kaya. Jadi yang disaksikan hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak realita yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kita melihat dengan jelas dan dengan luas realita-realita yang ada di sekitar kita, bahwa ada orang yang menabur dan menjadi kaya dan ada juga yang tidak kaya, maka timbul lagi pertanyaan dari sekeliling saya, "jadi yang benar itu jika orang menabur menjadi kaya atau tidak?" Saya menjawabnya dengan satu pertanyaan: "Ada atau tidak ayatnya yang berkata bahwa jika kita menabur maka kita akan menjadi kaya raya?" Sudah jelas kita bahas diatas bahwa ayat-ayat tersebut tidak mengajarkan bahwa orang yang menabur akan bisa menjadi kaya raya. Jadi apakah kita masih mau dan masih berani memelintir Firman Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak saya perhatikan beberapa gereja yang mengajarkan pengajaran "kelimpahan karena menabur," jemaatnya juga tidak menjadi kaya, justru yang tambah kaya itu gerejanya atau pendetanya. Bagaimana tidak? Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya berkelimpahan? Apalagi menjadi kaya mendadak gara-gara mujizat. Banyak orang kaya juga ingin bertambah kaya, dengan menyumbang gereja dan "memberkati" pendeta-pendeta tertentu mereka akan menjadi sangat royal, bukan karena belajar mencintai Tuhan dan dengan tulus menabur, tetapi karena mereka merasa pengorbanannya akan menjadikan mereka bertambah kaya. Nah, yang saya lihat di lapangan, yang lebih kasihan itu orang yang ekonominya pas-pasan atau berada di bawah rata-rata, mereka juga berbondong-bondong memberikan hartanya untuk gereja/pendeta-pendeta tertentu dengan pemikiran bahwa perekonomian mereka akan semakin membaik, tetapi yang terjadi bukannya ekonomi mereka semakin membaik, tetapi banyak yang ekonominya semakin memburuk karena tidak bijaksana dalam mengatur keuangan. Setelah mereka merasa ekonominya tidak membaik, maka mereka banyak yang kepahitan dan kecewa. Kecewanya sama siapa? Kecewanya sama TUHAN!!!!! Tragis bukan? Padahal Tuhan tidak pernah berfirman jika kita memberi/manabur untuk pelayanan maka kita akan menjadi kaya. Tuhan tidak pernah menipu!!! Lalu jika mereka tertipu, siapa yang menipu??? Silahkan anda renungkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaat mula-mula banyak memberikan hartanya untuk misi penginjilan/pelayanan, tetapi tidak pernah ada Alkitab mencatat mereka semua menjadi kaya raya karena telah memberikan hartanya untuk pelayanan. Paulus juga pernah mengalami kekurangan uang di dalam pelayanannya, jika Paulus kaya raya dia tidak akan menjadi tukang kemah, yang ada mungkin Alkitab mencatat bahwa Paulus menjadi "BOS PABRIK KEMAH." Di dalam perjanjian baru kita bisa belajar dimana beberapa jemaat di lokasi yang berbeda saling menopang dan saling menabur untuk pelayanan. Mereka begitu tulus karena benar-benar ingin melayani Tuhan, bukan ingin kaya raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum kepada seorang pendeta(maaf tidak saya sebutkan namanya). Beliau dan gerejanya sedang membangun sebuah gedung gereja dan gedung untuk kepentingan pelayanan yang tidak sedikit dananya. Ketika ada seorang kaya ingin menyumbang, pendeta ini tidaklah cepat-cepat berteriak "HALELUYA...TUHAN MENDENGAR DOAKU!!!" Sebaliknya pendeta ini berkata dan bertanya apakah motivasi orang yang mau menabur ini sudah benar. Tetapi banyak juga saya jumpai kasus-kasus dimana ketika pembangunan gereja sedang dilakukan maka banyak pendeta akan berkotbah dan berkata "ayo...menabur...dan anda akan mendapatkan berlipat kali ganda!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah banyak adalah, saya sering menjumpai pendeta-pendeta berkotbah tentang menabur dengan prinsip yang sudah benar, yaitu kita harus menabur untuk pekerjaan Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas. Tetapi kelanjutannya adalah, mereka bilang bahwa, jika kita menabur dengan tulus ikhlas karena mencintai Tuhan, maka niscaya Tuhan akan memberkati kita dan kita akan mengalami kelimpahan materi, jadi bagi siapa yang mau diberkati maka kita harus memberikan/menabur dengan tulus hati. Bagi saya, pengajaran seperti ini lebih aneh lagi. Mana mungkin kita bisa menabur dengan tulus ikhlas jika dengan embel-embel ingin mebdapatkan kekayaan? Ini teori yang tidak mungkin dilakukan, alias tidak masuk akal sama sekali. Ini sama saja seperti "Mencari berkat dengan cara mencari kerjaan Allah" yang telah kita bahas di dalam blog sebelumnya di: &lt;a href="http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html"&gt;http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah begitu mengasihi kita. Kita ini telah mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar harta duniawi, kita telah mendapatkan kasih karunia Tuhan. Kita telah diberikan KEHIDUPAN KEKAL YANG DIBAYAR OLEH DARAH-NYA SENDIRI. Jika kita mengerti arti kehidupan kekal dan kematian kekal, maka kita akan mengerti bahwa harta duniawi itu tidak sebanding dengan kehidupan kekal yang telah diberikan-Nya kepada kita. Jika kita menabur untuk pekerjaan Tuhan di bumi ini, hendaklah kita melakukannya karena cinta kita kepada Tuhan, hendaklah kita melakukannya dari hati kita karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saya akhiri dulu pembicaraan kita mengenai "tabur tuai," selanjutnya kita akan membahas resep manjur hidup berkelimpahan yang lain, yang sering digembar gemborkan orang, bahkan dipercaya sebagai dasar atau penopang dari resep2 lainnya, yaitu PERPULUHAN/PERSEPULUHAN.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di dalam blog selanjutnya: Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (5) - PERPULUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN-DAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-6953555827815077907?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/6953555827815077907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2011/01/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-4.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/6953555827815077907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/6953555827815077907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2011/01/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-4.html' title='Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (4) - PRINSIP TABUR TUAI (Kaya vs Cukup)'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUEzkKv-_DI/AAAAAAAAAJ8/VjDLfkGu4Vc/s72-c/menyebar-uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-7005148224054886604</id><published>2010-12-12T22:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T03:12:53.345-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta'/><title type='text'>Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) - BERKAT ABRAHAM</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lanjutan dari blog-Resep Manjur Hidup berkelimpahan (2) - MENCARI KERAJAAN ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html"&gt;http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TQXCoM59kcI/AAAAAAAAAJw/r8pdeDIRvEE/s1600/orang+kayaaa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TQXCoM59kcI/AAAAAAAAAJw/r8pdeDIRvEE/s200/orang+kayaaa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Siapa yang ingin hidup berkelimpahan???? Jangan kuatir karena Alkitab telah menjanjikan "BERKAT ABRAHAM" sampai kepada bangsa-bangsa sehingga kita sekarang bisa memperolehnya. Ya, memang banyak pengajaran yang menanamkan bahwa berkat Abraham yang sampai kepada bangsa-&lt;/span&gt;bangsa itu berupa macam-macam, bisa berupa kekayaan, berupa keturunan yang banyak, dll. Karena jika dilihat dari fakta cerita Alkitab bahwa Abraham adalah orang kaya dan punya banyak keturunan, maka harta kekayaan, keturunan, dan semua yang Abraham miliki itu adalah berkat Abraham. Mari kita lihat ayat yang berbicara tentang "berkat Abraham kepada bangsa-bangsa."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Galatia 3:1-14&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3:1Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:2Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena &lt;b&gt;percaya kepada pemberitaan Injil?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:3Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:4Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:5Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu &lt;b&gt;percaya kepada pemberitaan Injil?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:6Secara itu jugalah &lt;b&gt;Abraham percaya kepada Allah,&lt;/b&gt; maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:7Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang &lt;b&gt;hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:8Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi &lt;b&gt;oleh karena iman,&lt;/b&gt; telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:9Jadi &lt;b&gt;mereka yang hidup dari iman,&lt;/b&gt; merekalah yang diberkati bersama-sama dengan &lt;b&gt;Abraham yang beriman itu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:10Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:11Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: &lt;b&gt;"Orang yang benar akan hidup oleh iman."&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:12Tetapi &lt;b&gt;dasar hukum Taurat bukanlah iman,&lt;/b&gt; melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:13Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:14Yesus Kristus telah membuat ini, supaya&lt;b&gt; di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga&lt;u&gt; &lt;i&gt;oleh iman&lt;/i&gt; kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membaca ayat-ayat diatas mengenai berkat Abraham yang sampai kepada bangsa-bangsa, tidak satupun ada omongongan Paulus yang menyinggung mengenai kekayaan/berkat jasmani. Banyak sekali kata-kata "percaya" dan "iman" disebutkan Paulus, tidak pernah sekalipun Paulus menyinggung tentang harta duniawi. Yang dimaksut Paulus di sini adalah, kita bisa menerima keselamatan kita di dalam Yesus oleh iman, dan kita pun menerima Roh Kudus oleh iman. Jadi yang dimaksut berkat Abraham adalah kita bisa beroleh keselamatan melalui IMAN. BERKAT ABRAHAM ADALAH IMAN KESELAMATAN itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Galatia 3:6-7&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:6Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:7Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Galatia 3:9&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3:9Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Galatia 3:6 dikatakan "secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah,.." Apa yang dimaksut dengan "secara itu?" Dengan cara apa Abraham percaya kepada Allah sehingga Allah meperhitungkan itu sebagai kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Kejadian 15:5-6&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;15:5Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;15:6&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lalu &lt;u&gt;percayalah&lt;/u&gt; Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Roma 4:1-7 &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:1Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:2Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:3Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? &lt;b&gt;"Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:4Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:5Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:6Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4:7"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat kejadian 15:5-6, ini adalah kisah ketika Tuhan menjelaskan kepada Abraham bahwa nanti keturunannya akan menjadi banyak. Saat itu Abraham belum mempunyai keturunan, jadi dengan apakah Abraham bisa percaya bahwa di masa depan nanti keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit? Jelas Abraham percaya dengan IMAN. Jadi iman inilah yang diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Jadi sekali lagi ayat-ayat di galatia tadi sama sekali tidak berbicara mengenai kekayaan Abraham. Tapi intisarinya adalah kepercayaan Abraham, iman Abraham, iman itulah yang diperhitungkan sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kembali ke surat Galatia pasal 6 tadi, sebenarnya disitu Paulus sedang menerangkan antara KESELAMATAN OLEH IMAN dan KESELAMATAN OLEH TAURAT. Paulus menerangkan, jika kita sudah percaya kepada Yesus maka kita tidak perlu lagi menjalankan hukum taurat sebagai syarat keselamatan kita, karena oleh IMAN kepada Yesus-lah kita diselamatkan. JADI BERKAT ABRAHAM YANG SAMPAI KEPADA BANGSA-BANGSA ITU BUKAN HARTANYA, BUKAN BANYAK KETURUNANNYA, DAN BUKAN BANYAKNYA PEGAWAI YANG DIA MILIKI, TETAPI IMANNYA. Melalu siapa iman Abraham ini bisa sampai kepada bangsa-bangsa? Melalui Yesus. Bagaimana bisa melalui Yesus? Dengan adanya Yesus maka kita bisa menerima keselamatan melalui IMAN, bukankah melalui iman percaya kepada Kristus-lah kita memperoleh keselamatan? Dan IMAN kita kepada Yesus itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran seperti Allah memperhitungkan iman Abraham sebagai kebenaran. Inilah kebenaran yang menyelamatkan. Bukankah sekarang kita sebagai umat pengikut Kristus percaya bahwa keselamatan kita adalah kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus? Apakah masih ada dari kita yang berpikir bahwa keselamatan kita akan kita peroleh semata-mata dari perbuatan baik kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika ada yang menghubungkan konteks "berkat Abraham kepada bangsa-bangsa" dengan kekayaan Abraham, saya ingin tahu dimana ayatnya? Saya belum pernah menemukan ayat yang berkata demikian. Tuhan menjanjikan bahwa berkat Abraham akan sampai kepada bangsa-bangsa, dan berkat itu adalah iman keselamatan melalui Yesus Kristus. Jadi Tuhan tidak pernah menjajikan kita akan menjadi kaya melalui berkat Abraham. Sekali lagi saya tegaskan, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita pasti akan kaya secara materi melalui berkat Abraham!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang pada saya "tapi kan Alkitab mencatat Abraham, Daud, Salomo, Ayub itu kaya pak? Mereka diberkati dengan Kekayaan, jadi Allah juga akan memberkati kita dengan kekayaan, sebab Allahnya mereka dan Allahnya kita kan sama?" Saya menjawabnya "trus kenapa kalau mereka kaya? Saya yakin jika Salomo yang berkotbah di depan 5000 orang maka tidak terjadi mujizat "memberi makan 5000orang," tetapi yang terjadi adalah, Salomo beli roti buat memberi makan 5000 orang. Tetapi Yesus dan murid-muridnya tidak bisa beli makan untuk 5000 orang, apakah dimata Bapa hal itu berarti bahwa Yesus lebih rendah daripada Salomo? Jika Yesus tidak lebih kaya dari Abraham, apakah itu berarti Yesus lebih rendah daripada Abraham? Apakah itu berarti Yesus tidak dekat dengan Bapa? Kalau Allah ingin Abraham dan Salomo kaya, ya terserah Allah, masakan kita mengatur Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi seseorang berkata kepada saya "ya benar pak berkat Abraham itu adalah iman, tetapi berkat Abraham itu kan tidak cuman iman saja, bisa juga kekayaan duniawi." Nah, bila pertanyaannya seperti ini, maka saya bertanya, dimanakah ayatnya yang berkata berkat Abraham itu selain iman adalah juga kekayaan duniawi? Jika tidak ada ayatnya, maka pengembangan pengajaran yang seperti ini adalah tidak bersumber dari Alkitab. Jika bukan bersumber dari Alkitab atau jika tidak bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah, jadi itu pengajaran apa? Silakan saudara pertimbangkan sendiri. Asumsi saya hingga saat ini adalah bahwa, istilah "berkat Abraham" ini sering dipakai sebagai istilah yang Alkitabiah tetapi diartikan semau-maunya saja tanpa ada pertanggungjawaban terhadap arti yang Alkitab sendiri sudah terangkan. Jadi seolah-olah diluarnya kelihatan Alkitabiah tetapi di dalamnya tidak Alkitabiah. Dengan istilah lain, memberikan pengajaran yang tidak ada di dalam Alkitab dengan mengambil istilah yang ada di dalam Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Apakah ini berarti bahwa orang Kristen tidak boleh kaya? Tentu saja tidak. Tidak ada ayatnya yang berkata bahwa mepunyai banyak harta adalah dosa, saya tidak pernah menjumpainya, tetapi saya juga tidak pernah menjumpai ayat yang berkata bahwa "berkat Abraham" adalah kekayaan materi untuk kita di kehidupan perjanjian baru. Allah tidak berjanji jika kita ikut Dia, kita akan menjadi kaya raya karena berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa. Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa jika kita ikut Yesus maka kita pasti akan diberkati berlimpah-limpah dengan kekayaan. Lagipula, jika kekayaan adalah patokan orang diberkati, maka seberapa kayakah patokan orang itu bisa disebut kaya? Seberapakah harta yang harus dimiliki seseorang sehingga bisa masuk kepada kategori "orang yang diberkati berlimpah-limpah?" Sampai sekarang saya tidak pernah menemukannya di dalam Alkitab, jika saudara ada yang menemukannya tolong beritahu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, apa yang dimaksut Yesus dan Firman Tuhan yang berkata kita diberkati dan berlimpah-limpah? Bukankah jika kita menabur banyak maka kita akan menuai banyak juga? Sabar dulu dan mari kita ikuti resep selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di episode selanjutnya dan GOD BLESS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN-DAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-7005148224054886604?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/7005148224054886604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/12/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/7005148224054886604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/7005148224054886604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/12/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-3.html' title='Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) - BERKAT ABRAHAM'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TQXCoM59kcI/AAAAAAAAAJw/r8pdeDIRvEE/s72-c/orang+kayaaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-6827006705556298907</id><published>2010-10-24T20:31:00.000-07:00</published><updated>2011-02-12T03:11:07.654-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta'/><title type='text'>Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (2) - MENCARI KERAJAAN ALLAH</title><content type='html'>Lanjutan dari blog &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;"Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (1)"&lt;a href="http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/08/resep-manjur-hidup-berkelimpahan1.html"&gt;http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/08/resep-manjur-hidup-berkelimpahan1.html&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TMT36XHBYbI/AAAAAAAAAJs/BiWbDvkwvHU/s1600/orang+bawa+uang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TMT36XHBYbI/AAAAAAAAAJs/BiWbDvkwvHU/s1600/orang+bawa+uang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya" adalah salah satu resep manjur hidup berkelimpahan yang sering dipakai sebagai pengajaran sekarang-sekarang ini. Saya banyak sekali mendengar pengajaran-pengajaran yang berkata bahwa, jika kita ingin menjadi kaya maka kita harus mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, karena dengan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita. Dengan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka Allah akan mencurahkah berkatnya untuk kita sehingga kita akan hidup berkelimpahan. Mari kita bahas bersama-sama mengenai ayat dan pengajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:31-34&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:31&lt;span id="r"&gt;Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:32&lt;span id="r"&gt;Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:33&lt;span id="r"&gt;Tetapi &lt;b&gt;carilah dahulu&lt;/b&gt; Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:34&lt;span id="r"&gt;Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat ayatnya (Matius 6:33) disitu dikatakan "&lt;span id="r"&gt;Tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;carilah dahulu&lt;/span&gt; Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini dikatakan "CARILAH DAHULU." Apa artinya "carilah dahulu?" Saya kira semua orang tau arti kata "carilah dahulu." Berarti kita harus mencari sesuatu sebagai hal PERTAMA YANG KITA CARI. Setelah kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sebagai hal yang pertama, maka ayatnya berkata bahwa semua kebutuhan kita akan ditambahkan. Banyak statement dan pengajaran-pengajaran yang mengatakan bahwa dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya maka kita akan mendapat berkat, kita akan menjadi diberkati, dan menjadi kaya. Jadi jika kita mau diberkati maka kita harus mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencari Kerajaan Allah dengan tujuan ingin mendapatkan berkat, apakah itu bisa disebut mencari Kerajaan Allah? TENTU TIDAK! Bagi saya, ITU ADALAH SUATU TEORI YANG SALAH! Jika kita mencari Kerajaan Allah dengan tujuan mendapatkan berkat, itu namanya MENCARI BERKAT! MENCARI BERKAT DUNIA DENGAN CARA MENCARI KERAJAAN ALLAH. Itu sama saja bohong. Bagi saya, theologia semacam itu adalah theologia terbalik-balik. Itu sama saja kita memposisikan berkat dunia sebagai hal pertama yang kita cari. Padahal ayatnya berkata "CARILAH DAHULU Kerajaan Allah..." Yang dimaksutkan ayat itu adalah, jika kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, janganlah kita kuatir kita tidak mendapat apa yang kita butuhkan. Kebanyakan orang dunia memfokuskan waktu dan kekuatan mereka untuk mencari harta dunia karena memang harta di dunia adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup di dunia, itu sudah hukumnya.Waktu hanya 24jam sehari. Tenaga kita ada batasnya, kita bukan robot, maka kita butuh istirahat dalam mengerjakan sesuatu. Dengan demikian otomatis jika kita berkonsentrasi akan satu hal, maka hal yang lain akan menjadi berkurang prioritasnya. Begitu juga jika kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, banyak waktu dan tenaga kita akan tersita untuk mencari Kerajaan Allah, otomatis waktu dan tenaga untuk mencari harta duniawi akan berkurang. Belum lagi jika kita tergerak untuk memberikan sebagian harta kita untuk suatu pekerjaan Tuhan, seperti untuk misi pengijilan, pembangunan gereja, dll. Dengan memberikan harta kita untuk pekerjaan Tuhan, maka otomatis harta kita akan berkurang. Dengan demikian akan bisa terjadi orang was-was/kuatir di dalam keuangannya, jangan-jangan nanti terjadi suatu hal/kebutuhan yang tak terduga yang membuat kita tidak bisa mencukupinya karena harta kita telah berkurang. Walaupun demikian, janganlah kita kuatir nanti kebutuhan kita tidak akan tercukupi gara-gara kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, karena semua kebutuhan kita akan dicukupi dengan cara Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan anak-Nya terlantar gara-gara anak-Nya mencari Kerajaan Allah. Itu adalah maksut dari ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal melayani Tuhan, jemaat mula-mula saling berbagai dan saling mendukung.Begitu juga dalam hal keuangan, mereka saling berbagi dan saling mendukung&amp;nbsp; di dalam hal keuangan pelayanan. Tetapi tidak pernah saya temukan ada ayatnya yang berkata bahwa, mereka semua menjadi kaya setelah membantu pelayanan dalam hal keuangan. Tetapi saya tidak pernah juga menemukan mereka menjadi mati kelaparan gara-gara uangnya habis untuk membantu pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, jika kita sekedar ingin kaya, saya sarankan kita tidak usah berlelah-lelah dengan belajar teori "mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu." Itu akan menyita waktu dan pikiran kita. Banyak orang-orang di dunia ini yang bekerja, sukses, dan menjadi kaya tanpa memikirkan Kerajaan Allah dan kebenarannya, bukan? Jika kita sekedar ingin mendapat untung, kenapa tidak langsung saja mengikuti langkah mereka? Teori-teori dunia lebih masuk akal untuk menjadi kaya raya. Menurut saya pribadi, kalau mau mendapatkan laba/untung jangan memakai ayat ini, bagi saya kurang pas, ya mendingan langsung saja jualan pisang goreng atau martabak. Jika usahanya berhasil dan dapat untung tidak ada ayat yang menyalahkan hal itu juga, kan? Toh Firman Tuhan juga menyarankan orang untuk bekerja. Kenapa susah-susah harus mikirin ayat "mencari Kerajaan Allah dahulu" yang tidak ada hubungannya dengan untung rugi menjadi kaya? Lagian, saya pikir tidak ada ayat yang berkata bahwa kita bekerja untuk rugi, kan? Orang kerja cari uang ya harus untung, kalau rugi ya mending tidak usah kerja. Paulus juga bekerja sebagai tukang kemah mencari untung untuk dipakai mengabarkan injil. Saya pikir, jika Firman Tuhan tidak melarang kita dagang dan mendapat untung, kenapa susah-susah memakai ayat yang tidak ada hubungannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alkitab saya belum pernah menemukan ayat-ayat yang berkata bahwa ikut Tuhan pasti akan menjadikan orang kaya, apalagi janji menjadi kaya dengan jalan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Itu tidak ada! Coba kita baca sekali lagi ayat ini, apakah itu merupakan suatu janji Allah bahwa kita akan kaya? Jika ayat ini sebenarnya tidak mengajarkan demikian, maka pengajaran yang mengatakan bahwa ayat ini mengajarkan tentang "resep menjadi kaya" itu tidak benar dan terkesan semau-maunya sendiri dalam mencomot ayat dan mengartikannya semau-maunya sendiri pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana dengan ayat yang berkata "berkat Abraham akan sampai kepada bangsa-bangsa?" Bukankah Abraham juga salah satu orang yang diberkati dengan kekayaan oleh Tuhan? Jadi kita semua juga akan menjadi kaya gara-gara janji warisan Tuhan dari Engkong kita, Abraham?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di episode berikutnya, &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (3) - BERKAT ABRAHAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan memberkati....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DAN-DAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-6827006705556298907?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/6827006705556298907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/6827006705556298907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/6827006705556298907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/10/resep-manjur-hidup-berkelimpahan-2.html' title='Resep Manjur Hidup Berkelimpahan (2) - MENCARI KERAJAAN ALLAH'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TMT36XHBYbI/AAAAAAAAAJs/BiWbDvkwvHU/s72-c/orang+bawa+uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-4661862320334271471</id><published>2010-08-03T23:53:00.000-07:00</published><updated>2011-02-12T03:11:58.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta'/><title type='text'>Resep Manjur Hidup Berkelimpahan(1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFkNyKXykcI/AAAAAAAAAHU/VeZYv3vPtzw/s1600/orang+kaya.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFkNyKXykcI/AAAAAAAAAHU/VeZYv3vPtzw/s200/orang+kaya.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya pernah mengikuti satu KKR. Di dalam KKR itu Pendetanya berkata bahwa setelah kita percaya Yesus, kita menerima keselamatan. Setelah menerima keselamatan lalu apa yang akan terjadi? Karena kita sudah menjadi anak Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita. Karena Tuhan sendiri memang ingin melihat anak-anak-Nya selalu naik dan bukan turun maka kita akan diberkati. Karena Tuhan adalah Allah yang maha kaya, maka hidup kita akan diubahkan menjadi hidup yang diberkati, bahkan diberkati dengan berlimpah-limpah. Si Pendeta ini menambahkan bahwa kita harus mengimani janji Tuhan ini, Tuhan berjanji kita akan hidup berkelimpahan. Tuhan tidak akan mengingkari janjinya, maka dari itu kita harus mengklaim janji Tuhan. Mendengar pengajaran yang demikian, maka jemaat pun menjadi antusias dan segera mengaminkan perkataan si pendeta tersebut. Siapa sih yang tidak ingin kaya? Jadi pendeta itu mengajarkan urutan kehidupan orang kristen adalah: percaya Yesus dan diselamatkan, diberkati, diberkati berlimpah-limpah dan hidup enak di dunia ini menikmati berkat Tuhan. Wouwww...sungguh fantastis kekristenan kita! Jangan sampai kita ketinggalan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga beberapa kali saya membaca buku-buku tentang "1001 cara menjadi kaya dengan cara alkitabiah," mengingatkan Tuhan akan janjinya-Nya bahwa kita akan menjadi orang yang diberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapkali saya mendengar kotbah-kotbah seperti model ini. Banyak juga buku-buku yang mengajarkan teori-teori menjadi orang kaya ala Alkitab. Banyak KKR-KKR diadakan dengan memakai slogan-slogan "HIDUP BERKELIMPAHAN, MAKA TIDAK ADA ORANG MISKIN DIANTARAMU, HIDUP SUKSES DIBERKATI, DLL."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, dengan adanya banyak pengajaran-pengajaran seperti ini, saya sangat rindu mengajak saudara-saudara untuk belajar dari firman Tuhan. Kita akan melihat bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan hidup yang berkelimpahan. Kita akan belajar menjadi orang yang diberkati dengan cara-cara yang alkitabiah, dengan cara-cara yang Tuhan mau. Pembahasan ini saya beri judul "Resep Manjur Hidup Berkelimpahan," yang akan saya bagi menjadi beberapa blog, yang masing-masing mempunyai satu pokok bahasan Mari kita mulai perjalanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, mari kita lihat sebuah cerita dari pengalaman Yesus sendiri tentang kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: bold;"&gt;Orang Kaya Yang Bodoh Dan Orang Kaya Yang Pintar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Lukas 12:13-24&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:14Tetapi Yesus berkata kepadanya: &lt;span id="r"&gt;"Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:15Kata-Nya lagi kepada mereka: &lt;span id="r"&gt;"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: &lt;span id="r"&gt;"Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:17&lt;span id="r"&gt;Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:18&lt;span id="r"&gt;Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:19&lt;span id="r"&gt;Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:20&lt;span id="r"&gt;Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:21&lt;span id="r"&gt;Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:22Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &lt;span id="r"&gt;"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:23&lt;span id="r"&gt;Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:24&lt;span id="r"&gt;Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 13 ini, Yesus bertemu dengan seseorang yang mengadu kepada Yesus, meminta keadilan dengan menjadikan Yesus sebagai hakim perihal "berbagi warisan." Tetapi Yesus ini seringkali memakai suatu kejadian menjadi perumpamaan tentang hal-hal yang rohani yang artinya lebih tinggi dan lebih dalam. Di dalam ayat 15 Yesus memberikan peringatak agar kita waspada terhadap segala KETAMAKAN, sebab walaupun harta kita banyak, tetapi hidup kita tidak tergantung kepada harta yang kita punya. Yesus juga memberikan perumpamaan dengan cerita orang kaya yang mengumpulkan harta sangat banyak, orang kaya ini berpikir kalau hidupnya sekarang sudah tenang, sebab hartanya banyak, setelah ini dia tidak perlu bekerja lagi dan bisa hidup dengan hartanya itu. Tiba orang kaya itu mati. Coba kita lihat ayat yang ke 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Lukas 12:20&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:20&lt;span id="r"&gt;Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bodoh&lt;/span&gt;, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 20 ini, Allah berkata bahwa orang yang berbuat demikian ini orang yang BODOH. Kenapa bodoh? Bukannya setiap orang pada dasarnya memang ingin hidup seperti ini? Jika kita sudah banyak harta, maka tidak perlu bersusah-susah bekerja lagi bukan? Dimana salahnya sehingga Allah berkata bahwa orang ini BODOH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat secara sepintas, orang kaya ini bertahun-tahun bekerja keras tetapi dia tidak akan bisa menikmati hasil kerjanya. Jadi jika kita tidak bisa menikmati hasil kerja kita, ya percuma. Disitu seolah-olah diceritakan bahwa orang kaya itu tidak bisa menikmati hartanya karena besok dia sudah mati. Apakah inti dari pengajaran Yesus ini adalah hal itu? Jika begitu, pertanyaannya adalah "kan, kita tidak tahu kapan kita mati, jadi bisa saja kita mengumpulkan harta yang banyak dan masih punya waktu untuk menikmatinya selagi hidup? Apa salahnya menikmati kehidupan kita?" Baiklah, untuk mengetahui jawabannya kita akan melihat ayat yang selanjutnya. Kita akan melompati ayat 21 dan langsung ke ayat 22-24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Lukas 12:22-24&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:22Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &lt;span id="r"&gt;"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:23&lt;span id="r"&gt;Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;12:24&lt;span id="r"&gt;Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disini Yesus mengajar murid-murid agar mereka TIDAK KUATIR. Tidak kuatir akan apa yang akan mereka makan dan pakai, karena Allah tahu dan bisa mencukupi segala kebutuhan kita di bumi ini. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Tuhan Yesus berkata "JANGAN KUATIR." Yesus mengajarkan agar kita tidak mengkuatirkan sesuatu, tetapi Yesus secara implisit juga mengajarkan bahwa ada hal-hal yang harus DIKUATIRKAN, hal yang sifatnya lebih penting atau lebih tinggi daripada mengumpulkan harta di bumi. Nah, sampai disini, pertanyaan kita mulai terjawab pertanyaan kita apa yang dimaksut Yesus dengan "orang bodoh." Kebodohan orang itu bukanlah karena dia tidak bisa menikmati hasil kerjanya karena besok sudah mati. Tetapi orang bodoh itu mengkuatirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikuatirkan, dia tidak berpikir ada hal yang lain lagi yang masih perlu dia kuatirkan. Ada hal yang lebih penting dan lebih hakiki, yang lebih patut dia kuatirkan. Itu sebabnya Yesus menyebut orang itu "bodoh." Tapi hal apakah yang harus kita KUATIRKAN? Oke, kita akan sedikit kembali ke ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Lukas 12:21&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;12:21&lt;span id="r"&gt;Demikianlah jadinya dengan orang yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri&lt;/span&gt;, jikalau ia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak kaya di hadapan Allah&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bodoh adalah orang yang TIDAK KAYA DI HADAPAN ALLAH. Orang ini memikirkan dan mengkuatirkan harta dan kehidupan duniawi saja. Di ayat 20 tadi dijelaskan bahwa, setelah kita mati, maka harta itu untuk siapa? Artinya yaitu, jika kita mati maka harta itu tidak akan bisa kita bawa dan kita tidak menikmatinya lagi. Yang kita timbun bertahun-tahun itu pasti akan sia-sia saja karena setelah mati, harta itu tidak bisa kita bawa lagi.&lt;br /&gt;Ayat 21 menjelaskan bahwa orang yang tidak bodoh itu adalah orang yang KAYA DI HADAPAN ALLAH. Jadi ada harta yang sifatnya rohani, dikatakan dalam ayat 21, bahwa di hadapan Allah lah kita bisa memiliki harta ini. Kita bisa mengumpulkan harta di bumi dan menjadi kaya di bumi, jika ingin menjadi kaya di hadapan Allah berarti kita juga harus mengumpulkan harta di hadapan Allah/ di sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, orang kaya yang bodoh itu bukan karena dia sudah berlelah-lelah mengumpulkan harta tetapi tidak bisa menikmatinya karena keesokannya dia harus mati, dan orang kaya yang pintar bukan pula orang yang mengumpulkan harta di bumi dan bisa menikmatinya di bumi. Inti dari pengajaran Yesus adalah, ORANG KAYA YANG BODOH itu orang yang mengumpulkan harta di bumi dan menjadi kaya di bumi, tetapi ORANG KAYA YANG PINTAR adalah orang yang mengumpulkan harta di sorga dan menjadi orang kaya di sorga/di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya mengumpulkan harta di sorga dan menjadi kaya di hadapan Allah? Apa yang dimaksut dengan "mengumpulkan harta di sorga?" Apa yang dimaskut "menjadi kaya d hadapan Allah?" Apakah itu berarti nanti di kehidupan yang kekal kita juga akan menikmati makanan yang enak, punya rumah yang besar, mobil mewah dari hasil kerja keras kita dalam mengumpulkan harta di sorga selama di bumi? Jika benar demikian, maka di kehidupan kekal masih ada orang yang lebih miskin, ada orang yang makan makanan yang tidak enak, sementara itu kita bisa memandangi orang-orang kaya yang bisa makan enak dan menikmati semua fasilitas di kehidupan kekal? Jika benar begitu, berarti di kehidupan kekal nanti ada orang yang hidup enak dan ada orang yang hidup tidak enak? Sepertinya hal ini tidak menunjuk kepada sesuatu yang harafiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mengumpulkan Harta Di Sorga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:19-23&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:19&lt;span id="r"&gt;"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan  karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:20&lt;span id="r"&gt;Tetapi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kumpulkanlah bagimu harta di sorga&lt;/span&gt;; di sorga ngengat dan  karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:21&lt;span id="r"&gt;Karena&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:22&lt;span id="r" style="font-weight: bold;"&gt;Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh  tubuhmu;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:23&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.&lt;/span&gt; Jadi jika terang  yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kita meihat Yesus berbicara tentang harta di sorga. Di ayat 21 Yesus membahas masalah hati. Di MANA HARTA MU BERADA, DI SITU JUGA HATIMA BERADA. Jika kita menimbun harta di bumi dan memfokuskan hati kita kepada kekayaan diri sendiri maka ini dinamakan "mengumpulkan harta di bumi." Sebaliknya jika kita memfokuskan hati kita pada kehidupan kekal/keselamatan, maka ini dinamakan "mengumpulkan harta di sorga." Jadi ini bukanlah harafiah soal harta saja, tetapi lebih dalam lagi yaitu soal hati. Dimanakah fokus hidup kita? Apakah fokus hidup kita untuk harta duniawi yang menguntungkan diri sendiri untuk menikmati hidup di bumi, atau fokus hidup kita adalah memikirkan hal-hal yang rohani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengumpulkan harta di sorga" itu bukan supaya kita selamat masuk kedalam kehidupan kekal, melainkan hati kita terfokus oleh perkara-perkara sorga/rohani/kekekalan/keselamatan. Kata "mengumpulkan harta" ini dipakai karena Yesus ingin menjelaskan sesuatu tentang keselamatan/hal yang bisa menyelamatkan. Di bumi, jika orang mau SELAMAT maka dia akan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, maka dia akan SELAMAT dari kemiskinan, kelaparan, hidup yang tidak enak, dll. Tetapi KESELAMATAN seperti itu tidak akan bisa menyelamatkan orang itu, karena keselamatan seperti itu sifatnya tidak kekal. Tetapi Yesus memberikan suatu KESELAMATAN yang lain, yang sifatnya kekal atau sifatnya rohani. Maka Yesus memakai istilah "mengumpulkan harta di sorga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 19:16-26&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;19:16Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hidup yang kekal&lt;/span&gt;?"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;19:17Jawab Yesus: &lt;span id="r"&gt;"Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;19:18Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: &lt;span id="r"&gt;"Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;19:19&lt;span id="r"&gt;hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;19:20Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;19:21Kata Yesus kepadanya: &lt;span id="r"&gt;"Jikalau engkau hendak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sempurna&lt;/span&gt;, pergilah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maka engkau akan beroleh harta di sorga&lt;/span&gt;, kemudian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;datanglah ke mari dan ikutlah Aku&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah, di sini ada seseorang datang kepada Yesus dan bertanya bagaimana caranya supaya dia memperoleh HIDUP YANG KEKAL. Yesus tidak langsung menyuruh orang itu untuk percaya kepada-Nya. Bila kita sekarang ditanya orang, bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal, kebanyakan dari kita sekarang akan menyuruhnya untuk percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat bukan? Hal ini tidak salah, memang Yesus lah satu-satunya jalan menuju kepada Bapa. Tetapi di sini Yesus nampaknya memakai suatu metode yang lain. Biasanya, jika Yesus memakai suatu metode itu ada maksut tertentu dan makna yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama Yesus memakai 10 perintah Allah dengan memakai hukum ke 5 dan seterusnya. Hukum ke 5-10 adalah hukum yang berbicara tentang hubungan dengan sesama manusia, yang intinya adalah berada di ayat 19, yaitu "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Orang itu berkata bahwa dia telah mentaati semuanya itu sejak masa mudanya. Tetapi walaupun menurut dia, dia telah melakukan semuanya, tetapi nampaknya yang dilakukan orang itu tidak SEMPURNA atau cacat. Di ayat 21 Yesus berkata "jikalau engkau hendak sempurna..." Dengan kata lain, kasih nya kepada sesama itu tidak sempurna, sesuatu yang tidak sempurna itu tidak dapat membawa kepada kesempurnaan. Jika kita melakukan hukum taurat tetapi tidak sempurna, maka itu sama saja akan membatalkan hukum yang lain. Jadi kita kita mau melakukan hukum taurat maka kita harus melakukannya dengan sempurna. Dengan demikian kita akan beroleh kesempurnaan/hidup yang kekal. Jadi apakah sebenarnya kita bisa sempurna? Bukankah tidak ada manusia yang bisa sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata kepada orang itu &lt;span id="r"&gt;"Jikalau engkau hendak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sempurna&lt;/span&gt;, pergilah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maka engkau akan beroleh harta di sorga&lt;/span&gt;, kemudian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;datanglah ke mari dan ikutlah Aku&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt; Jadi memang benar ada jalan menuju kesempurnaan itu. Yesus berkata pada orang itu, jika dia mau sempurna maka segala hartanya harus dijual dan dibagikan kepada orang miskin dan setelah itu dia harus datang dan mengikut Yesus. 2 hal ini, antara menginggalkan hidup duniawi dan mengikut Yesus adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena hidup yang kekal itu adalah dengan mengenal Yesus sebagai Tuhan, Anak-Allah dan Jurus Selamat kita. Tetapi jika kita mau mengikut Yesus, kita harus meninggalkan segalanya dan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Yohanes 17:3&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal YESUS KRISTUS yang telah Engkau utus.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Kolose 1:19-22&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:19Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:20dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:21Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1:22sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat kita sempurna dan memperoleh hidup yang sempurna/kehidupan kekal adalah melalui Yesus. Maka dari itu di dalam Matius 19:21 Yesus menyuruh pemuda itu ikut dengan-Nya. Tetapi pertama-tama Yesus menyuruh orang itu untuk melepaskan harta duniawinya, sebab hatinya ada berada di harta duniawi itu. Hidup nya ada pada keamanan dan kenyamanan harta duniawi. Dari mana kita tahu bahwa orang itu memang hatinya terikat pada hartanya? Sebab ketika Tuhan Yesus menyuruh orang itu menjual hartanya dan membagikannya pada orang miskin, orang itu tidak mau. Yesus tidak pernah menyuruh orang menjadi miskin, jika Allah menyuruh orang menjadi miskin maka untuk apa Allah memberkati Abraham, Daud, Salomo dengan harta? Yang Yesus maksutkan adalah "HATI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Yesus sedang menunjukkan kepada orang ini bahwa orang ini tidak bisa sempurna di dalam melakukan hukum taurat. Orang ini tidak bisa sempurna dalam mengasihi saudaranya. Terbukti dengan setelah Yesus menyuruh menjual hartanya dan membagikan pada orang miskin, maka dia tidak mau. Ini berarti Yesus menyadarkan orang ini bahwa dia tidak bisa melakukan hukum taurat dengna sempurna. Jangankan mengasihi Allah yang tidak terlihat (hukum 1-4), mengasihi saudaranya yang kelihatan saja dia tidak bisa. Tetapi Yesus menawarkan satu jalan yang sempurna, yaitu dengan mengikut Kristus. Lalu apakah dengan mengikuti Yesus maka kita harus miskin dengan menjual segala harta kita dan membagikannya kepada orang miskin? Tidak, maksutnya bukan begitu. Tetapi apakah bisa jika kita mengikut Kristus tetapi hati kita masih ada pada harta? Itu namanya mengikut harta, bukan mengikut Yesus. Jika kita mengaku mengikut Yesus tapi masih berdoa minta harta supaya kita bisa jadi kaya, itu namanya mengikut harta, Yesus hanya dijadikan alat kita untuk mengikut harta. Itu bukan mengikut Yesus. Mulut kita berdoa kepada Tuhan tetapi hati kita kepada harta. Itu sama saja seperti orang di Matius 19:16-26 tadi, dia mau selamat, datang kepada Tuhan, tetapi hatinya tidak datang kepada Tuhan, hatinya tertinggal di rumah bersama dengan harta-hartanya. Jelas Tuhan tidak mau cara seperti itu, kalau mau mengikut Tuhan itu harus dengan seluruh hidup kita, termasuk hati kita. Ada satu pertanyaan yang pernah datang kepada saya: "Jika kita percaya pada Tuhan Yesus tetapi masih ingin memperkaya diri juga, bagaimana? Apakah juga selamat? Kan percaya Yesus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: large;"&gt;Dua Tuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:19-34&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:19&lt;span id="r"&gt;"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:20&lt;span id="r"&gt;Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:21&lt;span id="r"&gt;Karena&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:22&lt;span id="r"&gt;Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:23&lt;span id="r"&gt;jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:24&lt;span id="r"&gt;Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:25&lt;span id="r"&gt;"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:26&lt;span id="r"&gt;Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:27&lt;span id="r"&gt;Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:28&lt;span id="r"&gt;Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:29&lt;span id="r"&gt;namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:30&lt;span id="r"&gt;Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:31&lt;span id="r"&gt;Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:32&lt;span id="r"&gt;Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:33&lt;span id="r"&gt;Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:34&lt;span id="r"&gt;Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah ayat yang panjang, tapi rasanya saya harus menuliskannya agar kita jelas di dalam membahas soal harta/kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Yesus menerangkan banyak hal tentang kekayaan materi duniawi. Yang pertama, Yesus berbicara mengenai MATA/PANDANGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:19-34&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:19&lt;span id="r"&gt;"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:20&lt;span id="r"&gt;Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:21&lt;span id="r"&gt;Karena&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;di mana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hartamu&lt;/span&gt; berada, di situ juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hatimu&lt;/span&gt; berada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:22&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mata adalah pelita tubuh.&lt;/span&gt; Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:23&lt;span id="r"&gt;jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di ayat 21 Yesus berbicara masalah hati. Seperti telah kita bahas sebelumnya, sebenarnya yang Yesus maksut adalah bukan soal seberapa kaya atau miskin kita, tetapi masalah HATI. Disini Yesus menerangkan bahwa dimana harta kita, disitu pula hati kita. Harta adalah masalah yang sangat penting bagi kelangsungan hidup kita di dunia, harta dapat membuat kita bertahan hidup, harta dapat membuat kita merasa aman karena kita akan terus bisa hidup. Dengan mempunyai banyak harta maka segala kebutuhan hidup kita akan terpenuhi, bahkan segala keinginan kita akan terpenuhi, kecuali satu, KESELAMATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah harta adalah masalah yang sangat penting bagi kehidupan di dunia ini. Yesus pun berkata bahwa hati kita itu ada bersama-sama dengan harta kita. Artinya apa? Kita bisa melihat yang Yesus maksutkan di ayat 22. Di ayat 22 Yesus berbicara tentang "MATA." Mata adalah penglihatan kita. Jadi apa hubungan nya antara penglihatan, hati dan harta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jika kita punya harta di bank maka hati kita ada di bank juga? Apakah jika kita punya harta di lemari maka hati kita di lemari juga? Bukan seperti itu. Jika mata kita gelap maka gelaplah seluruh tubuh. Artinya, jika pandangan hidup kita terfokus pada harta duniawi, disitulah hati kita. Jika pandangan hidup kita, kita fokuskan pada harta sorgawi, maka disitupulalah hati kita. Jika kita fokus kepada hal-hal duniawi maka itu berarti hati kita ada pada dunia, bukan kepada kekekalan. Meskipun kita percaya pada Yesus, jika fokus pandangan kita kepada harta dunia dengan segala kesuksesannya untuk kenikmatan kita, maka itu berarti hati kita tidak bersama Yesus. Seperti pertanyaan di atas, jika orang percaya pada Yesus tetapi hatinya masih condong kepada harta dunia, apakah tidak selamat? Kan sudah percaya Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kita akan melihat jawabannya di ayat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:24&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:24&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan&lt;/span&gt;. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jawabannya adalah "TIDAK BISA." Kita tidak bisa mengabdi pada dua tuan. Jika kita ingin sungguh-sungguh ingin mendapatkan hidup yang kekal/selamat, kita harus mengabdi pada Tuhan. Orang yang percaya kepada Yesus tetapi pikirannya selalu saja berfokus kepada harta dan ingin memperkaya diri sendiri itu sama saja BUKAN PENGIKUT KRISTUS. Orang yang mau hidup kekal tetapi pikirannya masih harta dan kekayaan semata, itu sama saja dengan orang yang ingin masuk ke dalam kekekalan tetapi hatinya masih di dunia. Dia tidak akan bisa mendapatkan kekekalan. SEBAB SEBENARNYA DIA BUKAN PENGIKUT KRISTUS. Orang yang mau mengikut Kristus, hatinya juga harus mengikut Kristus, seluruh hidupnya akan menjadi milik Kristus. Kita tidak bisa mengabdi pada dua tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1Timotius 6:10&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:10Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini kita tahu bahwa Firman Tuhan sangat-sangat memperingatkan kita akan bahaya dari harta dunia. Kekayaan atau harta di dunia itu bisa menjadi penghambat keselamatan kita. Ini sangat bahaya, sebab orang bisa saja mengaku dengan mulutnya bahwa dia pengikut Kristus, tetapi seorang pengikut Kristus sejati adalah orang yang melakukan perintah-Nya, bukan orang yang hanya mengaku bahwa dia adalah murid Kristus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Yohanes 8:31&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;8:31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: &lt;span id="r"&gt;"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah &lt;span id="w"&gt;murid-Ku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Yohanes 14:15&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;14:15&lt;span id="r"&gt;"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala &lt;span id="w"&gt;perintah-Ku&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;Lukas 9:23&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;9:23Kata-Nya kepada mereka semua: &lt;span id="r"&gt;"&lt;span id="w"&gt;Setiap&lt;/span&gt; orang yang mau mengikut Aku, ia harus &lt;span id="w"&gt;menyangkal&lt;/span&gt; dirinya, memikul salibnya &lt;span id="w"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span id="w"&gt;hari&lt;/span&gt; dan mengikut Aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menuruti/melakukan firman Tuhan itu adalah tanda bahwa orang itu benar-benar pengikut Kristus. Dan apa yang Tuhan firmankan kepada kita tentang soal harta? "JANGAN MENGUMPULKAN HARTA DI BUMI, TETAPI KUMPULKANLAH HARTA DI SORGA." Jadi orang yang masih memfokuskan pikirannya kepada harta di bumi dan tidak mau berusaha memfokuskan diri pada harta di sorga, apakah dia bisa disebut sebagai pengikut Kristus? Untuk menjadi pengikut Yesus, kita harus melakukan perintah Yesus, perintah Yesus adalah agar kita mengumpulkan harta di sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 6:25-34&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:25&lt;span id="r"&gt;"Karena itu Aku berkata kepadamu: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Janganlah kuatir akan hidupmu&lt;/span&gt;, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:26&lt;span id="r"&gt;Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:27&lt;span id="r"&gt;Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:28&lt;span id="r"&gt;Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:29&lt;span id="r"&gt;namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:30&lt;span id="r"&gt;Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:31&lt;span id="r"&gt;Sebab itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:32&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah&lt;/span&gt;. Akan tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:33&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6:34&lt;span id="r"&gt;Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar kita tidak terlalu memikirkan harta dan kekayaan kita. Memang selamat kita hidup di dunia kita memerlukan semua fasilitas untuk kita bisa hidup dan Yesus berkata bahwa Bapa mengetahui semua yang kita perlukan. Bapa akan mencukupi setiap kebutuhan kita. Yang Yesus ajarkan adalah MENCARI KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA. Ketika kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, kita tidak usah kuatir akan kebutuhan kita karena Bapa sanggup menambahkan semuanya itu. Menambahkan yang kita butuhkan adalah bagian Bapa, bagian kita hanyalah mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Disini Yesus tidak pernah mengajarkan agar kita tidak bekerja. Karena firman Tuhan juga mengajarkan kita bekerja (ams 6:6-11 , ams 30:25 , 2Tes 3:6-11 , tit 3:14). Yesus hanya berkata bahwa Allah itu bukanlah Allah yang cuek-cuek saja terhadap kebutuhan anak-anak-Nya, jadi kita jangan kuatir akan apa yang kita butuhkan. Jika kita kuatir apa yang kita butuhkan, hal itu akan membelenggu kita sehingga kita tidak bisa memberikan hati kita kepada hal-hal sorgawi, kita tidak bisa melaksanakan kehendak Tuhan, sebaliknya kita akan terus memikirkan dan mengusahakan hal-hal untuk kebutuhan kita sendiri bahkan kekayaan kita sendiri. Dan jika kita kuatir, itu namanya tidak percaya kepada Allah, itu sama saja dengan berpikir bahwa Allah tidak dapat menyediakan semuanya itu. Jika kita mengenal Allah, maka kita tidak akan kuatir karena Allah pasti akan mencukupi setiap anak-anak-Nya. Jika kita kuatir, maka kita sama saja dengan tidak mengenal Allah. Oleh sebab itu dikatakan, bahwa kekayaan dunia itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka memang tidak tahu bahwa Allah sanggup menyediakan semuanya itu, hal itu wajar karena mereka tidak mengenal Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sangat serius dalam memandang persoalan harta ini, kita tidak boleh terikat kepada keinginan-keinginan duniawi, mengumpulkan harta kekayaan untuk kenyamanan pribadi kita. Orang yang terikat kepada harta akan sangat fatal akibatnya. Berikut ini saya akan memberikan beberapa ayat lagi tentang peringatan akan hidup dalam harta duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Pengkhotbah 5:13 &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;5:13Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: &lt;span id="w"&gt;kekayaan&lt;/span&gt; yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Matius 13:22&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;13:22&lt;span id="r"&gt;Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya &lt;span id="w"&gt;kekayaan&lt;/span&gt; menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;1Timotius 6:10 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6:10Karena akar segala kejahatan ialah &lt;span id="w"&gt;cinta&lt;/span&gt; &lt;span id="w"&gt;uang&lt;/span&gt;. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.&lt;span id="r"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;1Timotius 6:17 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6:17Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti &lt;span id="w"&gt;kekayaan&lt;/span&gt;, melainkan pada Allah yang dalam &lt;span id="w"&gt;kekayaan&lt;/span&gt;-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.&lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kembali kepada konsep "mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya," apakah Yesus mengajarkan, jika kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka kita akan diberkati Bapa dan menjadi kaya? Jika benar begitu berarti jika kita ingin mendapatkan berkat dari Bapa maka kita bisa mendapatkannya dengan jalan "mencari kerajaan Allah dan kebenarannya?" Ini saya sebut sebagai salah satu resep manjur menjadi kaya/resep manjur hidup berkelimpahan. Kita akan membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain resep "mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya," kita juga akan membahas beberapa "RESEP MANJUR HIDUP BERKELIMPAHAN" ala pengajaran-pengajaran masa kini. Karena banyak yang akan kita bahas, maka saya akan membaginya menjadi beberapa blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan dan selamat menikmati episode berikutnya dalam....&lt;b&gt;"Resep Manjur Hidup Berkelimpahan(2) - MENCARI KERAJAAN ALLAH."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;God Bless...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan-Dan&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-4661862320334271471?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/4661862320334271471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/08/resep-manjur-hidup-berkelimpahan1.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/4661862320334271471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/4661862320334271471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2010/08/resep-manjur-hidup-berkelimpahan1.html' title='Resep Manjur Hidup Berkelimpahan(1)'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFkNyKXykcI/AAAAAAAAAHU/VeZYv3vPtzw/s72-c/orang+kaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-8815602762458789863</id><published>2009-11-06T11:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T20:41:47.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mujizat'/><title type='text'>Mujizat Di Tengah Badai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TE9Rmds1x5I/AAAAAAAAAD0/VbdxVim9SUI/s1600/Yesus+perahu.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TE9Rmds1x5I/AAAAAAAAAD0/VbdxVim9SUI/s200/Yesus+perahu.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita mengalami banyak masalah dan tekanan di dalam berbagai aspek kehidupan kita dan seringkali pula hal2 itu menekan kita sangat berat, menjadi badai yang besar di dalam kehidupan kita bahkan membuat kita merasa hampir mati sehingga kita meminta keamanan, jalan keluar, bahkan mujizat yang daripada Tuhan. Ya, tidak disangkali bahwa kita sebagai umat kristen seringkali mendapat pengajaran-pengajaran mengenai hal ini, mendapat banyak kesaksian menganai hal2 seperti ini.&lt;br /&gt;Saya ingin mengajak kita semua untuk menanggapi berbagai sisi dari sikap dan pola pikir di dalam Firman Tuhan sendiri mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sikap Yesus dan murid-murid di tengah badai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mrk 4:35-41&lt;br /&gt;4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."&lt;br /&gt;4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.&lt;br /&gt;4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.&lt;br /&gt;4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"&lt;br /&gt;4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.&lt;br /&gt;4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"&lt;br /&gt;4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat2 diatas menyatakan bahwa pertama-tama Tuhan Yesus berbicara kepada murit-murit dan mengajak mereka semua yang ada di situ untuk pergi bertolak ke seberang dengan menaiki perahu. Ditengah-tengah perjalanan terjadilah angin ribut yang dahsyat sampai2 ombak menyembur ke dalam perahu dan perahu itu mulai penuh dengan air. Yesus tidur di dalam perahu. Murit-murit menjadi takut karena situasi ini lalu mereka membangunkan Yesus bahkan berkata bahwa Yesus tidak peduli kalo mereka binasa.&lt;br /&gt;Lalu Yesus menghardik angin ribut itu dan juga menegur mereka karena mereka begitu takut dan tidak percaya.&lt;br /&gt;Nah beberapa pertanyaan akan timbul:&lt;br /&gt;Mengapa Yesus menegur mereka?&lt;br /&gt;Mengapa Yesus menegur mereka bila toh Yesus juga akhirnya meredakan angin ribut itu?&lt;br /&gt;Mengapa Yesus menegur mereka, bukankah yang bisa meredakan angin ribut memang Yesus?&lt;br /&gt;Bukankah bila angin ribut tidak diredakan maka mereka tidak dapat sampe seberang? Lalu mengapa Yesus menegur mereka juga?&lt;br /&gt;Bila angin ribut itu tidak perlu diredakan untuk mereka bisa sampe seberang, mengapa Yesus meredakan nya juga?&lt;br /&gt;Apakah Yesus menegur hanya karena mereka tidak percaya saja?&lt;br /&gt;Apakah seharusnya mereka membangunkan Yesus dengan rasa percaya?&lt;br /&gt;Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bahas situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Firman Tuhan adalah Ya dan Amin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama2 dikatakan bahwa Yesus mengajak mereka ke seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mrk 4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila Tuhan berkata "kita akan bertolak ke seberang" maka hal itu pasti akan terjadi, tidak mungkin tidak terjadi, sebab perkataan Tuhan adalah YA dan AMIN.&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menjumpai di ayat alkitab manapun yang mencatat bahwa perkataan Tuhan itu gagal, atau gagal karena perbuatan manusia atau freewill manusia yang berkaitan. TIDAK PERNAH..!!!&lt;br /&gt;Bahkan banyak dari pernyataan2 Tuhan yang bisa dibilang adalah sesuatu perkataan atau nubuatan yang "tidak enak," contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mat 26:20-24&lt;br /&gt;26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.&lt;br /&gt;26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku."&lt;br /&gt;26:22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorangdemi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"&lt;br /&gt;26:23 Ia menajwab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang menyerahkan Aku.&lt;br /&gt;26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang oleh nya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas kita bisa melihat bahwa Tuhan Yesus sebenar nya sudah tahu apa yang akan terjadi dan perkataan Nya adalah perkataan yang pasti akan terjadi. Meskipun itu pahit bagi manusia tetapi dia mengerti bahwa itulah yang harus terjadi, bahkan hal hal tentang penderitaan kematian Kristus pun sudah dinubuatkan oleh nabi2 dalam perjanjian lama seperti Zakharia dan Yeremia.&lt;br /&gt;Kita lihat di sini bahwa kronologi atau cara2 kematian nya sampai di kayu salib sudah dikatakan sendiri oleh FIRMAN ALLAH melalui perantaraan nabi2 Nya.&lt;br /&gt;Kita bisa melihat dari sisi lain lagi, yaitu bahwa Yudas yang akan menyerahkan Yesus tidak bertobat ketika dia tahu bahwa Yesus telah mengetahui bahwa dia berkhianat. Jika Yudas bertobat dan Yesus pun tidak diserahkan dan diperlakukan secara demikian maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah SEMUA NUBUATAN DARI PREJANJIAN LAMA AKAN BATAL..!!!! Itu berarti firman Tuhan tidak YA dan tidak AMIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan disalahpahami dengan berpikir bahwa jika begitu kita pun tidak harus memberitakan Injil dan membawa jiwa agar bertobat, karena yang saya bicarakan ini adalah dari sisi atau sudut pandang Allah dengan segala ke-maha an Nya. Bukan dari sudut pandang manusia, manusia memang harus memandang sebagaimana manusia sendiri itu diciptakan dengan keterbatasan nya dan hanya melakukan perintah-Nya. Ke 2 hal ini adalah sesuatu yang sangat berbeda, kita tidak bisa disamakan di dalam ke-maha an Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat menyatakan Hikmat Mu tak terselami, pengetahuan Allah itu kita tidak terbatas, kuasa Allah tak terbatas. Kadang kita hanya menggambarkan itu pada perkara2 yang enak dan pada berkat2 yang enak2 saja atau pada kebesaran Allah pada penciptaan alam semesta ini yang tak terselami. Tetapi bila kita melihat dari sisi lain dari KETIDAKTERBATASAN PENGETAHUAN ALLAH, maka kejadian2 yang nampaknya tidak enak bagi manusia itu juga berada di dalam KEBESARAN ALLAH itu sendiri. Contoh yang nyata adalah kasus pengkhianatan kepada Yesus oleh Yudas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini tampak kejam di mata manusia, tetapi ini adalah bagian dari pengetahuan Allah yang tidak terselami dan tak terbatas menembus jaman ke jaman, yang kita tidak bisa menyatakan ini adalah baik atau buruk dari sisi manusia, jika kita bisa menyatakan nya ini adalah baik atau buruk, Allah adil atau tidak, maka pengetahuan Allah itu TERBATAS. Terbatas oleh apa? Tentu saja terbatas oleh pemahaman kita dan pola pikir kita yang terbatas ini.&lt;br /&gt;Bila Firman Tuhan berkata "TAK TERSELAMI" maka hal itu pun BENAR2 TAK TERSELAMI..!!! Bahkan itu terlalu besar dan terlalu TAK TERSELAMI untuk dihakimi oleh kita apakah itu enak atau tidak enak, baik atau buruk, baik atau jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setiap perkataan Tuhan atau nubuatan Tuhan tidak bisa dibatalkan. Ada beberapa kasus unik dimana kita diperkenankan untuk "tawar menawar" dengan Tuhan, tetapi itupun sebenarnya Allah sudah tahu bahwa itu akan terjadi dan Allah pun sudah tahu "ending" nya bukan? Atau bernaikah kita berkata bahwa Allah belum tahu ending dari keputusan kita nantinya? Saya kira itu akan bertentangan langsung dengan ayat2 yang mengatakan "DIA adalah YANG TELAH ADA, YANG ADA, dan YANG AKAN ADA," dan "HIKMAT DAN PENGETAHUAN NYA SUNGGUH DALAM, JALAN-JALAN NYA TAK TERSELAMI" dan "DIA ADALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR," dll.&lt;br /&gt;Allah menjadikan diri nya bisa berkomunikasi 2 arah dengan manusia bukan karena dia itu sama dengan kita, tetapi itu semata2 karena kasih-Nya agar kita bisa mengenal Allah yang tidak terbatas melalui keterbatasan kita. Disitulah letak kasih Allah.&lt;br /&gt;Jadi sekali lagi, semua adalah dibawah kebesaran Allah dan kemahatahuan Nya yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kita telah membahas sedikit dari perkataan Allah adalah ya dan amin. Jika kita kembali kepada kejadian "Angin Ribut" tadi, ketika Yesus berkata "marilah kita bertolak ke seberang," maka hal itu pun PASTI AKAN TERGENAPI karena itu adalah perkataan Yesus sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah anda membayangkan bila alkitab mencatat bahwa setelah Yesus berkata "marilah kita ke seberang," maka mereka semua berangkat menuju seberang karena perkataan Yesus itu. Lalu datanglah Taufan yang ganas, dan karam lah kapal mereka, lalu murid-murid binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, itu kelihatan sangat lucu bukan? Ingat, yang kita bahas ini bukan film Mr.Bean, tapi ini adalah Firman Tuhan..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Angin Ribut Diredakan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.&lt;br /&gt;4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.&lt;br /&gt;4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Yesus mengajak kita ke seberang, mereka mulai bertolak dan di tengah perjalanan mengamuklah taufan yang sangat dahsyat. Disitu dikatakan taufan yang sangat dahsyat dan sepertinya murid2 pun mulai kuatir dan takut kalau2 perahunya tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihat Yesus yang sedang tidur di buritan dan mereka membangunkan Yesus dan berteriak bahwa Yesus tidak perduli kalau mereka binasa. Nah di sinilah awal permasalahan nya.&lt;br /&gt;Beberapa murid adalah nelayan yang handal, mereka pasti sering mengalami yang namanya badai, angin kencang, dan sebagainya. Tapi di sini mereka ketakutan karena mereka mengira bahwa perahunya akan tenggelam, berarti mungkin taufan ini adalah taufan yang besar sekali dan murid2 yang ahli dalam berlayar pun sudah memprediksikan bahwa perahunya akan tenggelam.&lt;br /&gt;Saya kira prediksi mereka bukan lah prediksi yang main2 seperti anak kecil yang ketekutan ketika melihat ombak kecil. Mereka adalah nelayan yang terlatih dan profesional. Jadi badai itu benar2 besar dan memang bisa menenggelamkan perahu mereka. Ketakutan mereka sebagai nelayan memang benar2 beralasan.&lt;br /&gt;Bahkan teriakan mereka kepada Yesus bahwa Yesus tidak perduli kalau mereka binasa itu benar2 teriakan kekalutan di tengah badai antara hidup dan mati, ini bukan persoalan biasa.&lt;br /&gt;Sebagai manusia, perkataan "Engkau tidak perduli kalau kita binasa," merupakan perkataan yang sangat beralasan. Tapi kita perlu ingat, Yesus itu bukan sekedar manusia biasa, Dia adalah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yesus bangun, lalu dengan gampang nya Yesus meredakan badai itu. Tentu saja, karena Dia adalah Tuhan, bukan? Tuhan mampu dengan sekejap mata membuat badai kehidupan kita menjadi reda bukan? Dia adalah Tuhan yang ajaib bukan?&lt;br /&gt;Memang itu semua benar, tetapi tunggu dulu, kita akan melihat kejadian ini dari berbagai sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Percaya Tetapi Tidak Percaya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Setelah angin ribut diredakan oleh Yesus, dikatakan murid2 menjadi takut. Yesus menegur mereka karena mereka begitu takut dan mereka tidak percaya. Tidak percaya akan hal apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama2 kita telah bahas bahwa perkataan Tuhan itu YA dan AMIN, PASTI TERJADI. Jadi artinya jika Yesus "berkata kita akan bertolak ke seberang," berarti itu sungguh2 akan terjadi, pasti akan sampe seberang. Tetapi murid2 menganggap ada suatu masalah sehingga akan menghambat mereka sehingga tidak sampai seberang, dan masalah itu adalah nyata, yaitu TAUFAN.&lt;br /&gt;Murid2 membangunkan Yesus dan berkata "Engkau tidak peduli kalau kita binasa." Indikasinya uaitu bahwa murid2 sudah tahu bahwa Yesus punya kuasa untuk melakukan apa saja, mereka pasti berpikir bahwa Yesus mampu melakukan mujizat yang bisa menyelamatkan mereka karena sebelum peristiwa ini mereka telah banyak melihat Yesus melakukan berbagai mujizat. Tetapi mereka melihat Yesus cuek saja tidur dan tidak melakukan mujizat nya atau melakukan suatu keajaiban untuk menolong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berkata, mereka sudah benar membangunkan Tuhan jika ada masalah, tetapi seharus nya bukan karena tidak percaya. Tetapi saya melihat dari sisi lain, yaitu bahwa sebenarnya mereka membangunkan Tuhan bukan karena tidak percaya, justru karena mereka percaya Tuhan mampu melakukan mujizat maka mereka membangunkan Tuhan. Jika mereka tidak percaya mereka tidak mungkin membangunkan Tuhan dan tidak akan keluar kata2 "engkau tidak peduli kalau kita binasa." Jadi indikasinya adalah mereka percaya kepada Tuhan bisa melakukan mujizat dan menolong mereka tetapi yang menjadi masalah bagi mereka adalah KENAPA TUHAN TIDAK MENOLONG MEREKA, jika Tuhan tidak menolong mereka, mereka akan mati.&lt;br /&gt;Terdengar bahwa benar jika Tuhan tidak menolong kita dalam masalah pasti kita tidak mampu melewati masalah-masalah itu. Sangat alkitabiah bukan? Tetapi kenapa lantas Yesus menegur mereka dengan kata2 " mengapa kamu begitu takut dan tidak percaya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 sisi yg akan kita lihat di sini tentang teguran Yesus kepada mereka, yaitu: "TAKUT dan TIDAK PERCAYA."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kata "TAKUT," kita melihat bahwa murid-murid memang takut. Kemungkinan terbesar adalah mereka TAKUT MATI bukan? Kenapa mereka takut mati? Karena mereka tidak percaya. Tidak percaya akan apa? Tidak percaya akan kuasa Tuhan? Mungkin bisa, tetapi jika kita melihat dari ayat tersebut indikasi nya tidak begitu. Kita telah membahas bahwa mereka percaya akan kuasa mujizat Tuhan bukan?&lt;br /&gt;Sebelum peristiwa ini mereka telah beberapa kali melihat Yesus melakukan berbagai mujizat.&lt;br /&gt;Atau memang mereka tidak percaya bahwa kuasaNya begitu besar sanggup meredakan alam yang mengamuk? Hal itu mungkin saja. Tetapi bila kita melihat dari perkataan mereka "Engkau tidak peduli kalau kita binasa," berarti mereka percaya pada sang Guru bahwa paling tidak sang Guru bisa menyelamatkan mereka entah dengan jalan apa pun.&lt;br /&gt;Jadi KETIDAK PERCAYAAN MEREKA BUKAN KARENA TIDAK PERCAYA KUASA TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang begitu, mengapa Yesus menegor bahwa mereka TIDAK PERCAYA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bahas lebih dalam lagi. Pertama-tama tadi kita telah bahas bahwa Yesus mengajak mereka ke seberang, dan telah kita bahas juga bahwa perkataan Yesus pasti terjadi. Mereka sebenarnya percaya akan kuasa Yesus, tetapi setelah mereka membangunkan Yesus dan Yesus meredakan badai, Yesus menegor mereka bahwa mereka TIDAK PERCAYA.&lt;br /&gt;Jadi mereka tidak percaya bukan kepada kuasa mujizat Tuhan, tetapi tidak percaya atas PERKATAAN TUHAN bahwa MEREKA AKAN KE SEBERANG.&lt;br /&gt;Mereka memang mempercayai kuasa mujizat Tuhan, tetapi mereka menyepelekan perkataan Tuhan. Mereka tidak percaya bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Untuk Apa Mujizat Ini Diperlukan?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mencoba masuk lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;Jika "Tidak Percaya" yang Yesus maksutkan adalah tidak percaya akan perkataan Tuhan, maka mungkin taufan itu tidak perlu ditenangkan, karena toh mereka tidak mungkin binasa, karena perkataan Tuhan adalah Ya dan Amin bukan?&lt;br /&gt;Lalu kenapa Yesus tetap membuat suatu mujizat untuk meredakan Taufan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujizat yang meredakan taufan itu mungkin tidak diperlukan mereka untuk bisa sampai seberang dengan selamat. Mujizat itu sebenarnya mungkin tidak diperlukan mereka agar mereka tidak binasa di dalam air. Tetapi yang pasti bahwa jika Tuhan melakukan mujizat itu tidak akan main main, bahwa itu memang perlu, mujizat itu diperlukan agar sesuatu tidak binasa. Sesuatu apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu itu bukan mereka, bukan juga kapal mereka, bukan juga tempat tujuan, tetapi sesuatu itu justru adalah IMAN mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata bahwa TUHAN TIDAK PEDULI KALAU MEREKA BINASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menangkap perkataan itu tentunya. Tuhan yang tidak perduli kalau umatnya binasa tentulah itu bukan Tuhan kita, bukan Tuhan Yesus. Kepercayaan mereka akan Tuhan yang benar hampir binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mujizat di sini mungkin tidak diperlukan untuk mereka sampai ke seberang. Tetapi justru mujizat di sini diperlukan agar IMAN MEREKA AKAN KEBENARAN FIRMAN itu tidak kandas di tengah badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tanpa mujizat ini pun mereka bisa sampai ke seberang dengan selamat karena perkataan Tuhan pasti terjadi. Entah kapal mereka karam atau tidak, mereka pasti akan sampai seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah saudara membayangkan jika alkitab mencatat: Setelah Yesus berkata "marilah kita bertolak ke seberang", lalu angin ribut melanda mereka dan karamlah kapal mereka lalu mereka semua binasa di dalam air bersama kapal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, jika alkitab mencatat demikian tentulah sangat lucu dan aneh bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Teguran Dalam Mujizat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita setelah Tuhan Yesus membuat mujizat, maka Tuhan Yesus pun menegur mereka karena mereka takut dan tidak percaya. Bagian ini telah kita bahas sebelum nya, maka kita akan melanjutkan melihat lebih luas dan lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita dan termasuk saya mempunyai pola pikir dan bersikap hati seperti murid-murid di dalam cerita ini. Ketika kita menghadapi suatu taufan dan gelombang permasalahan kita teringat kepada Tuhan. Oke, menurut saya sampai sini bagus, ketika kita sedang mengalami masalah kita ingat Tuhan. Itu hal yang bagus dan alkitabiah. Tetapi ketika kita mengingat Tuhan, apa nya yang kita ingat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kita akan mengingat Tuhan yaitu di dalam kuasa mujizat nya yang sanggup menyelesaikan setiap permasalahan kita. Dan dengan buru-buru kita berdoa dan "membangunkan Tuhan" agar Tuhan membuat mujizat agar monolong kita. Kita berpikir jika Tuhan tidak membuat mujizat maka kita nanti akan binasa dengan masalah ini, lalu ketika Tuhan tidak membuat mujizat sesegera mungkin seperti yang kita harapkan, kita akan berpikiran bahwa "Tuhan tidak peduli kalau kita binasa." Seperti murid-murid tadi bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu yang lebih bahaya lagi, ketika Tuhan membuat mujizat karena iman kita hampir runtuh maka kita akan berpikir bahwa Tuhan telah menolong kita dan menjawab doa kita, dan karena Tuhan menjawab doa kita dengan mujizat yang menakjubkan maka kita beranggapan bahwa kita benar di mata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati saudaraku, tidak semua mujizat terjadi karena kita "benar di mata Tuhan." Tidak semua mujizat terjadi karena Tuhan senang akan sikap kita dan sikap hati kita. Tidak semua mujizat terjadi karena kita telah "dewasa" di dalam Tuhan. Mujizat yang dialami oleh para murid ini adalah MUJIZAT YANG BESAR, TETAPI ADA TEGURAN DI BALIK ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita tidak mau mendengarkan mau nya Tuhan, tidak mau mencari kehendak Tuhan, tidak mau bertambah dewasa di dalam Tuhan. Sehingga ketika kita mengalami badai dan taufan kita tidak bertanya dan tidak mencari kehendak Tuhan dibalik semua itu. Kita hanya buru-buru "mengimani" kuasa mujizat Tuhan, dan menyuruh Tuhan melakukan nya dengan sekehendak hati kita.&lt;br /&gt;Yang lebih hebatnya lagi, setelah Tuhan membuat mujizat lalu menegur kita karena kesalahan kita, maka kita sudah tidak mendengarNya lagi. Kita sudah terlalu larut dengan kesenangan kita akan mujizat-mujizat Tuhan atas hidup kita. Kita tidak mendengar suara hati-Nya lagi, tidak mendengar kebenaran yang dari Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat saudaraku, Tuhan kita bukanlah seperti dewa-dewa yang disembah-sembah karena kita ingin mendapatkan perlindungan atau kekayaan atau kesehatan semata-mata dari mereka. Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup. Dia adalah pencipta dari segalanya. Dia adalah Raja di atas segala raja yang harus kita perlakukan dan kita sembah sebagaimana Dia adalah Allah yang adalah Tuan kita. Dia juga adalah Bapa kita yang dengan kasih Nya kita bisa melakukan suatu hubungan yang harmonis dengan Pencipta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali Tuhan melakukan mujizat, dan dibalik mujizat itu ada teguran Tuhan. Tetapi kita mengabaikan teguran2 itu dan merasa senang sendiri dan tidak menghiraukan suara Tuhan lagi. Kita sibuk dengan mangucap syukur kepada Tuhan dan triakan2 ucap syukur kita itu lebih kencang dari suara teguran Tuhan, triakan2 haleluya karena mujizat Tuhan lebih kencang daripada suara teguran dan kebenaran dan pelajaran yang Tuhan berikan dibalik itu semua.&lt;br /&gt;Bahkan banyak orang setelah mendapatkan mujizat atau jalan keluar mereka merasa dirinya sudah hebat karena dekat dengan Tuhan, setiap mujizat dan jalan keluar mereka anggap sebagai kesenangan hati Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 saudaraku, kita perlu kembali kepada kebenaran. Apapun yang terjadi, ada mujizat ataupun tidak ada mujizat, kebenaran tetaplah suatu kebenaran. Jangan sekali2 mengukur nya dengan mujizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada mujizat atau jalan keluar dari berbagai permasalah kita yang merupakan solusi dari kebenaran. Maka dari itu sekali lagi kita perlu kembali kepada Firman Tuhan, kepada Kebenaran sejati, untuk mempelajari darimana sumber dan maksut Tuhan atas mujizat atau jalan keluar yang telah kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibalik mujizat dan jalan keluar yang kita terima ada suatu pembelajaran yang kita harus ambil kaena kita harus menjadi lebih dewasa lagi, maka sesungguhnya permasalahan kita tidak selesai sampai di situ saja.&lt;br /&gt;Setelah angin ribut diredakan murid2 masih akan mengalami permasalahan yang sama sampai mereka menjadi lebih dewasa. Setelah angin ribut diredakan mereka akan mengalami banyak hal permasalahan lagi dan secara terus menerus sampai permasalahan yang sesungguh nya terlewati, karena....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Permasalahan yang sesungguhnya adalah bukan pada badai, tetapi permasalahan yang sesungguh nya adalah ada pada diri mereka sendiri. Jika mereka sedikit lebih dewasa maka badai itu bukan lah suatu permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semakin Dewasa di Dalam Iman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mujizat dalam badai ini berlalu, murid2 masih harus mengalami berbagai2 proses pendewasaan di dalam diri mereka masing2. Kita akan sedikit melompat ke dalam kehidupan para rasul setelah banyak hal yang mendewasakan terjadi dalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakobus 1:2-8&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=2"&gt;1:2&lt;/a&gt;Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=3"&gt;1:3&lt;/a&gt;sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=4"&gt;1:4&lt;/a&gt;Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=5"&gt;1:5&lt;/a&gt;Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=6"&gt;1:6&lt;/a&gt;Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=7"&gt;1:7&lt;/a&gt;Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=8"&gt;1:8&lt;/a&gt;Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kehidupan para rasul, orang kristen diburu dan banyak yang disiksa, dibunuh dan diperlakukan secara kejam oleh penguasa. Yakobus memandang segala kejadian itu adalah suatu pencobaan yang harus disikapi secara dewasa dengan sudut pandang yang dewasa.&lt;br /&gt;Yakobus menganggap pencobaan2 dan masalah2 di dalam hidup nya dan hidup orang kristen itu adalah merupakan suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu contoh sikap orang yang lebih dewasa. Tadinya mengalami badai di kapal langsung meminta mujizat. Melihat Yesus tidur tidak melakukan apa2 mereka malah menyebut Yesus tidak perduli kalau mereka binasa. Tetapi setelah mengalami banyak sekali proses kini Yakobus telah mempunyai suatu pandangan yang lebih dewasa dengan menganggap semua permasalahan ini adalah suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;Kenapa Yakobus menganggap nya sebagai suatu kebahagiaan? Marilah kita melihat sisi pemikiran manusia yang semakin dewasa rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Ketekunan dan Buah Yang Matang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TE_oYOF5HhI/AAAAAAAAAFs/MiaemSh9Awk/s1600/apple.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TE_oYOF5HhI/AAAAAAAAAFs/MiaemSh9Awk/s320/apple.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Yakobus 1:2-4&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=2"&gt;1:2&lt;/a&gt;Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=3"&gt;1:3&lt;/a&gt;sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=4"&gt;1:4&lt;/a&gt;Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat2 diatas menunjukan pemikiran Yakobus tentang pencobaan dan masalah2.&lt;br /&gt;Tadinya murid2 Yesus menganggap bahwa masalah atau badai atau pencobaan atau persoalaan apapun juga sebagai persoalan hidup/masalah yang bisa membinasakan mereka.&lt;br /&gt;Badai yang melanda perahu mereka adalah masalah yang bisa membuat mereka binasa/mati. Sama dengan halnya pencobaan orang2 kristen di masa rasul2 ini, mereka diburu dan banyak yang dibunuh dan diperlakukan dengan tidak manusiawi. Bukankah 2 masalah ini adalah sama2 masalah hidup dan mati?&lt;br /&gt;Dua masalah yang sama, tetapi cara pandang dan sikap Yakobus sekarang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu sewaktu mereka di dalam perahu mereka menganggap badai itu adalah masalah yang akan mambinasakan hidup mereka. Tetapi sekarang sewaktu mereka di dalam perahu kekristenan Yakobus menganggap badai itu adalah suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakobus menerangkan bahwa pencobaan ini adalah UJIAN IMAN. Dahulu para murid tidak sadar bahwa badai sebenarnya adalah ujian iman, apakah di dalam badai yang dapat membuat kapal mereka kandas mereka tetap percaya kepada Firman Tuhan? Ternyata Yakobus mempelajari hal ini dengan baik. Sekarang bagi Yakobus problema ini adalah sebuah UJIAN IMAN yang akan memberikan keuntungan kepada kita, ujian iman ini akan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan kita akan menghasilkan buah yang matang. Dan dikatakan dalam ayat 4 bahwa kita akan menjadi sempurna dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksutnya buah yang matang, sempurna dan utuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakobus 1:12&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=59&amp;amp;v=12"&gt;1:12&lt;/a&gt;Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi sempurna dan utuh berarti kita menerima kehidupan yang kekal. Itulah yang dimaksutkan Yakobus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam surat lain, Paulus juga menerangkan nya dengan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma 5:1-6&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5"&gt;5:1&lt;/a&gt;Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=2"&gt;5:2&lt;/a&gt;Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=3"&gt;5:3&lt;/a&gt;Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=4"&gt;5:4&lt;/a&gt;dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=5"&gt;5:5&lt;/a&gt;Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=6"&gt;5:6&lt;/a&gt;Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menggunakan ayat 1 dan 2 sebagai bahan untuk berkata dan berpikir bahwa ikut Yesus itu enak. Di dalam ayat 1 dikatakan kita akan "hidup damai sejahtera dengan Allah", di ayat 2 lebih-lebih lagi dikatakan bahwa "di dalam kasih karunia Allah, kita akan berdiri dan bermegah dan akan menerima kemuliaan Allah". Wauwww...  kedengaran nya sungguh indah bukan? Bahkan sebagaian besar orang-orang kristen akan menjadi bergairah dan semangat jika mereka mendengar kotbah ayat-ayat ini.&lt;br /&gt;Ayat-ayat ini tidaklah salah, ayat-ayat ini 100% benar karena ini adalah Firman Tuhan. Tapi hati-hati saudara, kita jangan hanya menggunakan ayat sepotong-sepotong saja demi memuaskan keinginan hati kita. Jangan pernah kita mengartikan ayat semau-mau kita untuk membernarkan diri kita sendiri. Hati-hati...!!!! Apakah benar hanya itu yang dimaksutkan Rasul Paulus ketika menuliskan ayat-ayat ini? Coba kita periksa ayat-ayat di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=3"&gt;5:3&lt;/a&gt;Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=4"&gt;5:4&lt;/a&gt;dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=5"&gt;5:5&lt;/a&gt;Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=45&amp;amp;c=5&amp;amp;v=6"&gt;5:6&lt;/a&gt;Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya itu yang dimaksut Firman Tuhan ini, bukan hanya hidup yang seolah-olah enak dan nyaman seperti yang kebanyakan orang kira. Jika kita hanya memakai ayat 1 dan 2, maka bisa disalahartikan terbalik dari maksut keseluruhan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menerangkan bahwa kita memang bermegah di dalam Tuhan karena kasih Allah melalui Yesus Kristus. Melalui Yesus Kristus kita telah berdamai dengan Allah. Tetapi kita juga bermegah di dalam kesengsaraan kita. Karena melalui kesengsaraan yang memang diijinkan Allah, maka kemegahan kita di dalam kasih Yesus barulah akan tampak dengan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kesengsaraan kita akan menjadi tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan kita tidak akan mengecewakan karena Kristus telah mati bagi kita. Itu adalah jaminan pengharapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Paulus menerangkan bahwa sebenarnya KEMEGAHAN KITA DI DALAM KRISTUS DAN KESENGSARAAN ADALAH SATU PAKET. Beberapa orang Kristen menganggap kesengsaraan adalah bagian yang harus diteking di dalam nama Yesus. Tetapi Firman Tuhan mengajarkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa kesengsaraan adalah bagian dari nama Yesus. Jika kita menengking segala permasalahan yang akan mendewasakan kita di dalam nama Yesus, bukankah itu sama saja kita menengking iman kita sendiri? Atau memang kita belum mengerti? Jika kita belum mengerti, maka sekaranglah saatnya untuk mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat pengalaman lain dari Rasul Paulus supaya kita lebih mengerti apa yang dimaksutkan dari tulisan Rasul Paulus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=23"&gt;11:23&lt;/a&gt;Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=24"&gt;11:24&lt;/a&gt;Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=25"&gt;11:25&lt;/a&gt;tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=26"&gt;11:26&lt;/a&gt;Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=27"&gt;11:27&lt;/a&gt;Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=47&amp;amp;c=11&amp;amp;v=28"&gt;11:28&lt;/a&gt;dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebagian kecil dari banyak sekali penderitaan yang Paulus alami di dalam mengikut Kristus dan di dalam melayani Kristus. Jauh sekali dengan anggapan saya dulu ketika saya belum mengerti, saya mengira ikut Yesus itu enak, diselamatkan, diampuni dosanya, hidup enak, minta kaya melebihi orang-orang yang tidak mengenal Allah karena yaahhh...masa sih anak Tuhan kok kalah diberkati daripada orang yang tidak mengenal Tuhan, mau ini itu ada tinggal minta karena kita anak Raja, punya pesawat jet pribadi seperti beberapa pendeta besar yang kaya raya, punya istri cantik seperti Sarai nya Abraham karena berkat Abraham harus sampai kepada bangsa-bangsa, gak perlu menjaga pola makanan...tiap hari makan yang enak enak terus karena kalo sakit kolesterol tinggi tinggal berdoa minta mujizat dan sembuh karena bilur Yesus pasti menyembuhkan saya, mati masuk surga dengan cara diangkat oleh kereta surga seperti Elia, atau yang tiba-tiba diangkat ke surga dan hilang seperti Henok.&lt;br /&gt;Dulu saya berpikir jika mau kehidupan yang seperti itu caranya cuman satu, yaitu bayar harga dan hidup semakin dekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semakin saya mendekat pada Tuhan, semakin saya membaca Firman Tuhan, semakin saya melihat kedalaman hati Tuhan, semua nya jadi rontok satu per satu. Firman Tuhan mengajarkan bahwa orang-orang yang dekat dengan Tuhan di dalam perjanjian baru tidak lah demikian. Di dalam kehidupan perjanjian baru kita dituntut untuk berjuang di dalam iman. Kebanyakan dari para rasul mati tidak diangkat seperti Henok, Elisa, dll. Mereka ada yang di goreng, dipenggal, disalib terbalik, digergaji, dilempari dengan batu.&lt;br /&gt;Lama kelamaan semua pikiran-pikiran tentang hidup nikmat diganti dengan pengenalan akan Allah, keinginan hati Allah akan masa perjanjian baru seperti yang Firman Tuhan katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan anti mujizat. Siapakah saya sehingga saya memutlakkan sesuatu yang adalah hak Allah. Sampai saat ini kehidupan yang saya jalani adalah setapak demi setapak dari kasih karunia Allah, mujizat-mujizat yang dari Tuhan pun saya alami, tetapi saya berdoa agar itu semua tidak menggantikan posisi Allah sendiri, tidak menggeser posisi utama Firman Kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kembali pada peristiwa angin ribut yang dialami oleh murid-murid, angin ribut datang, kapal nya belum karam mereka sudah teriak-teriak bahkan berkata "Yesus tidak peduli kalau kami binasa". Tapi kita lihat dari pengalaman Rasul Paulus, Paulus mengalami 3 kali karam kapal, dan pernah sehari semalam terapung-apung di laut. Kok Paulus tidak minta mujizat? Misalpun Paulus minta mujizat, dia tidak pernah mengumpat dengan berkata bahwa Tuhan tidak peduli kalau dia binasa bukan? Dan masih banyak lagi penderitaan-penderitaan yang dialami Paulus dan Paulus menganggap nya sebagai suatu KEMEGAHAN, dia boleh bermegah di dalam penderitaan. Karena Kristus juga menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman para Rasul, orang Kristen memang diburu-buru dan banyak yang disiksa dan dibunuh. Hal mengerikan semacam itu pun mereka menganggap nya sebagai suatu kehormatan, ujian iman, kemegahan, kebahagiaan. Karena mereka tahu bahwa pengharapan mereka tidak akan sia-sia, karena melalui itu semua justru iman kristen mereka semakin dinyatakan, justru melalui itu semua mereka akan semakin kuat di dalam iman kepada Kristus, semakin dibentuk oleh Tuhan semakin hari semakin memiliki karakter Kristus. Dan pada akhirnya adalah kehidupan kekal. Mereka sadar bahwa semua penderitaan yang mereka alami akan menuntun mereka ke dalam kehidupan kekal yang sempurna.&lt;br /&gt;Tuhan akan menuntun orang-orang yang percaya kepada Yesus dengan segala caranya yang ajaib, dengan segala cara yang tampaknya enak maupun tidak enak menuju kepada keselamatan yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan disalah mengerti, Firman Tuhan juga tidak mengajarkan agar kita mencari-cari masalah. Jika kita mendapatkan suatu masalah dari kesalahan kita sendiri tentulah kita juga akan mengalami resiko nya. Tetapi pada intinya adalah apapun permasalahan yang terjadi, kita harus melihat apakah yang Tuhan mau dibalik semua nya itu. Jangan sedikit-sedikit kita minta mujizat, sedikiti-sedikit minta mujizat, jika mujizat sudah terjadi maka kita merasa bahwa kita sudah jadi orang yang paling dekat dan paling benar di mata Tuhan. Belum tentu saudaraku...!!! Tidak ada yang salah dengan mujizat, karena itu adalah hak Tuhan, tetapi masalahnya adalah ada di dalam diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ayub mendapat pencobaan dari iblis yang memang diijinkan Tuhan, meskipun ini semua bukan dari hasil kesalahan Ayub tetapi toh Ayub harus belajar banyak dari semua kejadian-kejadian yang menimpa dia. Ayub tidak mengerti kenapa semua ini menimpa dia, tetapi dibalik ini semua ternyata ini adalah ujian iman untuk Ayub. Dan pada akhir nya dia juga harus belajar mengenal Allah lebih lagi. Melalui semua pencobaan dan kesengsaraan yang Ayub jalani Ayub mendapatkan pengenalan akan Allah yang lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayub 42:5&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=18&amp;amp;c=42&amp;amp;v=5"&gt;42:5&lt;/a&gt;Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu ada maksutnya, segala sesuatu yang diijinkan Tuhan pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Jadi janganlah kita terburu-buru menganggap semua penderitaan kita adalah suatu hal yang bukan dari Tuhan dan harus ditengking dalam nama Yesus, kalo perlu didatangkan pendeta yang sakti dari luar negeri. Marilah kita belajar dari Firman Tuhan agar lebih bijaksana dalam memandang dan menyikapi segala penderitaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang terjadi haruslah kita kembalikan kepada Firman Tuhan, kita harus cek kepada Firman Tuhan apa apa saja yang harus kita benahi, apa apa saja yang harus kita pelajari dibalik itu semua yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, supaya hidup kita senantiasa berjalan di dalam terang Firman Tuhan sampai pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD BLESS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN-DAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" style="height: 147px; width: 682px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-8815602762458789863?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/8815602762458789863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/11/aman-bersama-yesusmujizat-di-tengah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/8815602762458789863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/8815602762458789863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/11/aman-bersama-yesusmujizat-di-tengah.html' title='Mujizat Di Tengah Badai'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TE9Rmds1x5I/AAAAAAAAAD0/VbdxVim9SUI/s72-c/Yesus+perahu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-2887351123727099797</id><published>2009-05-28T02:36:00.001-07:00</published><updated>2011-02-03T20:45:09.456-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan'/><title type='text'>Yakin Selamat? Hati-Hati..!!!</title><content type='html'>Beberapa kali saya bertemu dengan rekan-rekan seiman. Mereka begitu antusias ngobrol tentang keselamatan, bahkan diantara mereka ada yang berbicara "wah, orang Kristen tuh paling enak yah, tinggal percaya aja trus udah deh selamat." Lalu yang satu lagi bertanya "kalo kamu mati kamu masuk mana?" Yang satu lagi menjawab "ya pasti masuk surga dong." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi banyak sekali kotbah-kotbah yang menyeru-nyerukan bahwa kita sebagai orang Kristen ini adalah orang yang paling beruntung dan kaum yang paling gampang untuk masuk surga, karena hanya dengan percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan maka semua nya menjadi beres dan kita hanya tenang-tenang saja dan tinggal tunggu waktu saja kita akan masuk surga. Tetapi di lain minggu, Pendeta yang sama berkotbah jangan berzinah, jangan mambunuh, jangan mencuri, dan jangan ini itu. Kalo sudah pasti selamat dengan "percaya saja" ngapain kita diajarin jangan berbuat ini dan itu???? toh sudah pasti selamat kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kalangan seiman lagi bertanya "trus kalo percaya Yesus tapi berbuat jahat mulu, selamat gak?" Ada lagi yang bertanya "percaya Yesus tapi melakukan dosa terus seperti yang dilarang alkitab, masuk surga ga ya?" Wah kalo syarat nya cuman "percaya Yesus" aja, mendingan kita seneng-seneng aja di dunia ngelakuin ini itu semau-mau kita, toh tetep selamat, kan percaya Yesus?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang berkata "tapi ada ayatnya tuh orang yang berdosa ini dan itu tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah?" Yang lainnya lagi menjadi tambah bingung, bertanya-tanya "trus yang bener mana dong? percaya Yesus aja? berbuat baik aja? atau percaya Yesus dan berbuat baik sehingga selamat? katanya percaya saja bisa selamat, kok sekarang tambah embel-embel berbuat baik? katanya gak ada perbuatan baik manusia yang bisa menyelamat kan? katanya gak ada usaha kita yang bisa menyelamatkan? katanya keselamatan itu adalah karunia dan bukan usaha kita? katanya.... katanya...katanya... bla bla bla bla... " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tinjau sedikit mengenai ayat2 alkitab sehingga kita tidak terlalu bingung dengan omongan2 dari sana dan sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Percaya kepada Yesus &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rm. 10:9&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Yesus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; adalah Tuhan, dan &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;percaya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dari ayat di atas (Roma 10:9) jelas bahwa dikatakan jika kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;mengaku dengan mulut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;percaya dalam hati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, maka kita akan diselamatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pertanyaan nya adalah: hati dulu baru keluar dari mulut? atau keluar dari mulut dulu baru masuk ke hati? (jangan bilang cinta itu dari mata turun ke hati ya...hehehe) Tentu saja segala sesuatu yang kita katakan dengan mulut itu adalah yang keluar dari hati bukan? Kecuali apabila kita berbohong bisa saja yang keluar dari mulut itu bukan yang dari hati. Maka dari itu ayat di atas dengan tegas menjabarkan 2 hal yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;yang keluar dari mulut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;yang di dalam hati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Artinya yang dimaksut adalah kata2 yang benar2 keluar dari hati. Jadi bila kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;percaya dengan sungguh2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, maka  pengakuan yang keluar dari mulut kita adalah hasil dari kesungguhan hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kenyataan nya memang bisa saja orang berteriak2 dengan mulut nya mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi dari hati nya dia tidak sungguh2 percaya. Hal seperti ini sudah sangat bertolak blakang dengan syarat keselamatan dari ayat di atas. Apakah orang yang model seperti ini termasuk orang yang selamat karena nama Yesus? Saya kira ayat di atas sudah cukup menjawab nya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lalu apakah yang dimaksut dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"sungguh2 percaya"&lt;/span&gt; ? Ada beberapa point yang akan kita lihat yang kita mulai dari titik ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1Yoh. 5:1&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap orang yang &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;percaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Yesus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Disini dikatakan bahwa setiap orang yang percaya(sungguh2) bahwa Yesus adalah Kristus, maka orang ini lahir dari Allah. Mengapa dikatakan orang ini lahir dari Allah, karena sesungguh nya iman percaya kita akan Kristus adalah hasil daripada kasih karunia Tuhan itu sendiri dan orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan itu berarti masuk ke dalam kehidupan yang baru atau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;dilahirkan kembali menjadi ciptaan yang baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; di dalam Yesus.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan setiap orang yang mengasihi Dia(Allah) yang melahirkan, berarti orang itu juga &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;mengasihi Dia(YESUS)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; yang lahir daripada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pertama2 yang kita bahas diatas adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt; percaya dengan sungguh2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; kepada Yesus bahwa Yesus adalah Kristus/juru selamat, lalu jika kita percaya dengan sungguh2 maka kita juga akan mengalami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt; kelahiran baru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;dan dengan hidup yang baru itu lah kita akan dituntun oleh Roh kudus untuk mempunyai hati melakukan perintah2 Tuhan dan terus akan dipimpin Roh kudus kedalam seluruh kebenaran. Tindakan yang terus menerus berjalan didalam proses menuju karakter Yesus ini lah yang menjadi bukti bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt; mengasihi Yesus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ke 3 hal ini akan secara otomatis terjadi di dalam kehidupan kita jika kita benar2 percaya dan menerima Yesus sebagai juruselamat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Maka akan timbul pertanyaan lagi yaitu; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;apa artinya kelahiran baru dan mengasihi Yesus?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;Kelahiran Baru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yoh. 3:3&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yoh. 3:6&lt;/span&gt;&lt;span id="r" style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;Apa yang &lt;span id="w"&gt;dilahirkan&lt;/span&gt; dari daging, adalah daging, dan apa yang &lt;span id="w"&gt;dilahirkan&lt;/span&gt; dari Roh, adalah roh.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDaniel%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} -&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Yang dimaksut kelahiran baru adalah kelahiran di dalam Roh dan bukan di dalam daging.Kita semua pasti dilahirkan dari daging, dan daging sifatnya tidak kekal karena semua manusia telah tercemar oleh dosa dan upah dosa adalah maut(mati), maka jika kita mau melihat Kerajaan Allah atau mendapatkan bagian di dalam keselamatan atau jika kita ingin hidup kekal/hidup selama2 nya maka kita harus dilahirkan kembali, yaitu kelahiran di dalam Roh yang bersifat kekal atau hidup kekal. Daging akan mati, dan bila kita dilahirkan di dalam daging pastilah kita akan mati juga. Jika kita ingin hidup selamanya/kehidupan kekal/keselamatan, maka kita harus dilahirkan di dalam Roh yang di dalam Yesus Kristus.Di dalam analogi saya rumusan ini sangatlah logis;Daging=mati/tidak kekal. Roh=kekal/tidak matiMaka yang terjadi adalah:Lahir dari daging=lahir dan kemudian dapat mati. Lahir dari Roh=lahir dan tidak dapat mati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=60#23" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;1Ptr. 1:23&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small; font-style: italic;"&gt;Karena kamu telah &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small; font-style: italic;"&gt;dilahirkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small; font-style: italic;"&gt; kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Dikatakan diatas dalam 1petrus 1:23 bila kita dilahirkan kembali, maka kita dilahirkan dari benih yang &lt;b&gt;tidak fana&lt;/b&gt;, oleh&lt;b&gt; firman Allah&lt;/b&gt;, yang &lt;b&gt;hidup&lt;/b&gt; dan yang &lt;b&gt;kekal&lt;/b&gt;. Hal ini kebalikan dari &lt;b&gt;daging&lt;/b&gt; yang &lt;b&gt;sifatnya mati&lt;/b&gt;.  Maka dari itu Yesus dengan tegas berkata jika kita tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=43&amp;amp;c=3#3"&gt;Yoh. 3:3&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengasihi Yesus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sangatlah sulit bagi kita untuk mengetahui hati seseorang, bahkan hanya Tuhan sendiri yang tahu bagaimana kedalam hati seseorang. Apa yang keluar dari mulut nya itu belum tentu yang ada di hati nya bukan? ya, bisa saja dia bohong atau hanya omong kosong saja. Oleh sebab itu firman Tuhan memberikan suatu tanda bukti yang jelas yang Yesus sendiri katakan apakah orang itu mengasihi Yesus atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=14&amp;amp;v=21"&gt;14:21&lt;/a&gt;&lt;span id="r" style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=43&amp;amp;c=14#15"&gt;Yoh. 14:15&lt;/a&gt;&lt;span id="r" style="font-style: italic;"&gt;"Jikalau kamu &lt;span id="w"&gt;mengasihi&lt;/span&gt; &lt;span id="w"&gt;Aku&lt;/span&gt;, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dari ayat diatas sangat jelas dikatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;bukti orang itu mengasihi Yesus adalah menuruti segala perintah Yesus.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Jadi jika ada orang yang mengaku percaya dan mengasihi Yesus dengan mulutnya tetapi tidak menuruti perintah Yesus/ melakukan Firman Tuhan, sebenarnya orang itu tidak lah mengasihi Yesus.Banyak orang karena ingin selamat maka mereka mengaku dengan mulut nya dan berteriak2 di greja mengagungkan Yesus dengan lagu2 pujian penghormatan, menyerukan kata2 iman percaya kepada Yesus, menghadiri setiap pertemuan jemaat dan kebaktian. Tetapi jika mereka tidak punya hati dan tidak mau untuk merubah hidup nya dari hari demi hari dengan melakukan perintah Yesus, maka semua yang mereka lakukan itu pun sia-sia. Saya melihat banyak sekali kecenderungan orang2 kristen untuk melaukan hal seperti ini. Sesungguh nya mereka sedang berada di dalam pengharapan kosong. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Mereka pergi ke gereja menyebut nama Yesus tetapi seolah2 mereka membuat suatu "berhala yesus" untuk disembah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;mereka membuat "yesus lain" sesuka hati mereka dan sesuka pemikiran mereka sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Mereka memperlakukan Yesus dengan pengertian mereka sendiri, dengan cara pandang dan cara pikir mereka sendiri, lalu mereka mengimani itu dengan pengharapan yang kosong.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Orang yang seperti ini terlihat rohani tetapi sebenarnya mereka tidak hidup didalam Roh, tetapi hidup di dalam daging. Mereka berkata dan merasa bahwa mereka manusia rohani tetapi tidak pernah dilahirkan dari Roh.Bagi saya pribadi ini justru lebih tragis daripada orang yang sama sekali tidak mengenal Yesus.Apakah orang2 yang seperti ini juga termasuk di dalam kategori percaya dengan sungguh2 dan mengasihi Yesus? Saya kira ayat diatas sudah cukup menjawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Milik Kristus dan Hidup Dalam Roh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Paulus menjelaskan dengan bagus bagaimana dasar hidup seseorang yang rohani/pengikut Kristus.&lt;/span&gt;Gal 5:16-26&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" style="font-style: italic;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="font-style: italic;" valign="top"&gt;&lt;td&gt;Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td&gt;dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 100%;"&gt;Ayat diatas mengatakan dengan jelas bagaimana orang yang hidup oleh Roh atau sering kita sebut sebagai orang yang rohani dan bukan duniawi.Ayat diatas juga mengatakan jika kita telah percaya kepada Yesus atau mempercayakan hidup kita kepada Yesus maka kita akan menjadi milik Kristus Yesus. Dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;orang yang telah menjadi milik Yesus adalah orang yang telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu keinginan nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Itu adalah arti sebenarnya dari kata2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; "menjadi milik Kristus Yesus."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=42&amp;amp;c=9#23"&gt;Luk. 9:23&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata-Nya kepada mereka semua: &lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Setiap orang yang mau &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;mengikut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;mengikut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;Yesus sendiri menjelaskan bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal dirinya dan memikul salib setiap hari, artinya belajar membuang segala hawa nafsu kita yang seperti paulus jelaskan diatas.Berarti kembali lagi, ketika ada orang2 yang mengaku dengan mulutnya bahwa dia pengikut Kristus dan pasti selamat, tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika orang itu yang tidak mau melakukan perintah Tuhan dan mematikan daging nya setiap hari (proses secara terus menerus) maka dia bukan pengikut Kristus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mungkin ayat berikut ini sangat membantu pemahaman kita;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=62&amp;amp;c=4#20"&gt;1Yoh. 4:20&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalau seorang berkata: "&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;mengasihi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;mengasihi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;mengasihi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Allah, yang tidak dilihatnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Disini jelas sekali bahwa jika seseorang tidak mengasihi saudaranya/berbuat baik, maka ia berarti tidak mengasihi Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;Jadi kedua hal ini tidak dapat dipisahkan, yaitu antara Percaya kepada Yesus dan melakukan Firman, antara mengasihi Allah dengan sungguh2 dengan berbuat baik/mengasihi saudara kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Hal ini terjadi secara otomatis.&lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tentu saja kita melewati semua proses itu seumur hidup kita bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi ayat diatas menerangkan bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dengan bantuan Roh kudus lah kita akan melalui semua proses itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Karena Tuhan Yesus sendiri lah yang menjanjikan akan memberikan Roh kudus kepada setiap orang yang percaya sebagai penuntun kita ke dalam seluruh kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=14&amp;amp;v=16"&gt;14:16&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=14&amp;amp;v=17"&gt;14:17&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=14&amp;amp;v=26"&gt;14:26&lt;/a&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" style="height: 235px; width: 680px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=8"&gt;Yoh 16:8&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=9"&gt;16:9&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=10"&gt;16:10&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=11"&gt;16:11&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=12"&gt;16:12&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td align="right" nowrap="nowrap"&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/verse/?b=43&amp;amp;c=16&amp;amp;v=13"&gt;16:13&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="r"&gt;Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Gal 5 mengatakan buah Roh adalah kasih yaitu lawan dari daging seperti: kasih, sukacita, lemahlembut, dll. JikaTentu saja tidak ada orang yang sempurna di dalam melakukan Firman, tetapi Firman ini membicarakan tentang proses yang terus berkesinambungan. Lukas 9:23 mengatakan memikul salib nya setiap hari, ini berarti kita terus berada di dalam proses setiap hari dan punya hati yang mau untuk dibentuk. Apabila kita bersalah dan berbuat dosa maka kitapun akan menyadarinya dan meminta pengampunan dari Tuhan dan terus menerus diproses agar semakin baik, semakin menyerupai Kristus.Saya seringkali menjumpai orang2 kristen yang tidak mau melakukan Firman Tuhan, memilih hidup sehari2 dengan cara2 seperti orang dunia, mereka sangat enggan  untuk mematikan perbuatan2 daging mereka n mereka tetap memilih melakukan dosa, mereka tetap memilih melakukan perkara2 daging seperti yang Paulus etarngkan diatas, bahkan mereka menikmati dan menganggap hidup di dalam dosa adalah suatu yang enak dan mereka sangat menikmati itu.Mereka hidup tetap di dalam berbagai nafsu mereka, mereka hidup berjemaat tetapi tetap saling membenci, saling mengumbar2 amarah, saling mendusta, saling menjelek2kan satu dengan yang lain, saling menjatuhkan, dll.Orang2 ini mengaku dirinya kristen dan mengaku sebagai pengikut Kristus, bahkan mereka yakin bahwa mereka selamat.Jelas mereka tidak memiliki buah Roh, di dalam hidup nya tidak ada kasih, yang ada hanyalah nafsu, emosi dan segala kedagingan.Kenapa bisa terjadi demikian? Kenapa bisa terjadi ketika orang percaya kepada Yesus tetapi tetap tidak memiliki kasih dan tetap tidak hidup di dalam Firman?Hal ini sebenarnya tidak pernah terjadi!!!! Mengikut Kristus tetapi tidak melakukan kebaikan/Firman itu tidak ada!!!!Yang sebenarnya sedang terjadi adalah, mereka tidak percaya dengan sungguh2 kepada Kristus dan mereka tidak mengikut Kristus!!!!Alkitab mengatakan, bukti mengikut dan mengasihi Kristus adalah melakukan Firman. Jadi orang2 yang mengaku dengan mulut bahwa dia pengikut Kristus tetapi tidak melakukan Firman di dalam proses nya setiap hari, mereka bukan pengikut Kristus, sebab tidak ada bukti yang menyatakan bahwa mereka pengikut Kristus.Jadi apakah orang2 seperti ini sedang berada di dalam jalan keselamatan? Saya kira ayat2 diatas sudah sangat jelas menjawab pertanyaan ini.Hal percaya kepada Yesus dan melakukan Firman itu adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan.Jadi apakah kita bisa selamat dengan hanya percaya kepada Yesus? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya katakan " YA!"&lt;/span&gt;Dan bukti dari kepercayaan kita yang sungguh2 adalah melakukan firman Tuhan.Melakukan Firman bukan supaya kita selamat, tetapi justru itu menunjukan kita telah berada di dalam Jalan Keselamatan itu sendiri yaitu YESUS. Sebab firman Tuhan mengatakan tidak ada orang yang bisa selamat dengan melakukan kebaikan2 dan amal ibadah, melainkan hanya melalui YESUS saja.Jika ada orang yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi tidak melakukan perintah Yesus/Firman Tuhan, tetap hidup di dalam daging, tidak hidup di dalam proses memikil salib setiap hari, mereka tidak berada di dalam jalan keselamatan.Buah Roh(Roh kudus) adalah kasih, jika tidak ada kasih/jika tidak ada buah nya, mungkin saja tidak ada pohon nya.Mereka tidak berada di dalam keselamatan bukan karena tidak melakukan kebaikan/Firman, tetapi karena sebenarnya di dalam hati mereka, mereka tidak percaya kepada Yesus, mereka tidak mengikut Kristus.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=48&amp;amp;c=2#16"&gt;Gal. 2:16&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Yesus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Sebab itu kamipun telah &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;percaya&lt;/span&gt; kepada Kristus &lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Yesus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=43&amp;amp;c=14#6"&gt;Yoh. 14:6&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata Yesus kepadanya: &lt;/span&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;Akulah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;jalan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span id="w" style="font-style: italic;"&gt;kebenaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&lt;/span&gt;Biarlah menjadi berkat buat kita semua. Amin.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAN-DAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=43&amp;amp;c=3#3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-2887351123727099797?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/2887351123727099797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/yakin-selamat-hati-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/2887351123727099797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/2887351123727099797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/yakin-selamat-hati-hati.html' title='Yakin Selamat? Hati-Hati..!!!'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-1863252532223291820</id><published>2009-05-13T00:47:00.000-07:00</published><updated>2011-02-03T20:40:27.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>AQUA VS AQUA</title><content type='html'>Fiuuhhhh... hari ini saya sedang menyelesaikan tulisan BLOG berikutnya, karena tulisan nya agak berat dan butuh konsentrasi tinggi maka otak jadi capek, sejenak saya istirahat sebentar dan ingat akan suatu kejadian... sebut saja dengan judul " AQUA vs AQUA "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu udara terik dan panas, persediaan air minum di kost an pun habis. Maklum kost-kost an Pria memang agak brantakan dan tidak teratur. karena air minum habis maka saya berjalan lah ke toko dekat kost-an, naaaaaaahhhhhh....terjadilah insiden di situ antara saya dan penjual nya, &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;BEGINI CERITANYA...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya  : "Cikkkk...saya mo beli AQUA nya satu..."&lt;br /&gt;encik : " oohhhh..boleh boleh, yang gede apa kecil AQUA nya?" (dengan logat bahasa khas                            tionghoa)&lt;br /&gt;saya  : " yang tanggung aja cik AQUA nya satu aja."&lt;br /&gt;encik : " nihhh AQUA tanggung satu yah, trus apa lagi" (sembari dia memberi aku sebuah                           minumam air mineral dengan tulisan label "VIT" )&lt;br /&gt;saya  : " lho cik, saya mau beli AQUA..."&lt;br /&gt;encik : " iya itu AQUA tanggung kan tadi bilang nya?"&lt;br /&gt;saya  : "maksut saya yang merek AQUA ciiiikkk.." (sembari mengembalikan dan senyum                           simpul sedikit...)&lt;br /&gt;encik : " ooohhhhh...mau AQUA nya yang merek AQUA ya? bilang dunk dari tadi..."&lt;br /&gt;saya  : "iya maksut saya gitu..." ( sembari saya berpikir, buset deh, "bilang dari tadi" gimana? bukannya dari tadi dari mulut kita berdua selalu yang muncul kata2 AQUA, AQUA, AQUA mulu???? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pembaca gak percaya coba hitung dari atas sampe bawah ada brapa kata2 AQUA yang saya ketik?   capeeeeeee deeeeehhhhh....    AQUA yang AQUA ???? hahahaha...sejenak aku berpikir, kalo tau gitu tadi aku bilang mau beli "VIT yang merek VIT" aja sekalian biar tambah aneeehhhhh...hahahahaha ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN-DAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-1863252532223291820?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/1863252532223291820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/aqua-vs-aqua.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/1863252532223291820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/1863252532223291820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/aqua-vs-aqua.html' title='AQUA VS AQUA'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1563537655086454137.post-4746235027387347111</id><published>2009-05-12T11:42:00.000-07:00</published><updated>2011-02-27T22:29:54.970-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah'/><title type='text'>Jangan "Dewakan" Allahmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFhS0dgdR_I/AAAAAAAAAHM/rXAjp1DYk-A/s1600/patung-zeus-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFhS0dgdR_I/AAAAAAAAAHM/rXAjp1DYk-A/s320/patung-zeus-2.jpg" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beberapa kali saya bertemu teman-teman kalangan Kristen maupun non-Kristen dan kami ngobrol-ngobrol tentang berkat. Tidak jarang juga beberapa kali saya dengar kotbah-hotbah dan tulisan-tulisan buku-buku tentang berkat. Saya kira semua orang ingin diberkati bukan? termasuk saya sendiri tidak perlu munafik saya katakan "saya ingin diberkati." Beberapa orang secara sengaja ataupun tidak sengaja, secara sadar ataupun tidak sadar telah membuat "berkat" menjadi tujuan utama hidup nya, karena mereka beranggapan bahwa Tuhan ingin memberkati kita, ada yang beranggapan berkat dari Tuhan lah yang membuat kita hidup, kalo tidak diberkati (menjadi kaya materi) adalah karena kutuk Tuhan, bila mo diberkati kita harus memberkati duluan karena siapa menabur dia menuai, kita harus memberi perpuluhan supaya tingkap-tingkap langit dibuka, belum lagi banyak sekali buku-buku tentang "cara cepat menjadi kaya(materi) dengan cara KRISTEN." Ada pula dari kalangan non-Kristen yang mencari berkat lewat penyembahan berhala, lewat penyembahan roh-roh tertentu, dll. Yaaaaahhhh...fakta nya memang banyak sekali pemikiran-pemikiran yang berkembang dari satu kata yaitu "BERKAT."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak fakta yang timbul dalam kalangan Kristen maupun non-Kristen marilah kita "berbincang-bincang" sejenak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah dan Janji Allah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alkitab sejak dari awal kitab Kejadian sampai Wahyu Allah mengasihi manusia, dan alkitab banyak sekali mengulas tentang Allah dan bangsa Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memilik perjanjian dengan bansa Israel untuk masuk ke tanah Kanaan. Tentu saja janji ini bukan janji yang tak bersyarat. Jika bangsa Israel tetap mengasihi dan melakukan printah-perintah Allah yang saat itu dikenal sebagai kitab TAURAT dengan jumlah 600 lebih point yang ada, maka Allah pun akan menunjukan kasih setia Nya kepada bangsa Israel. Di dalam masa-masa Perjanjian Lama ini bangsa Israel banyak sekali bergumul dengan "BERKAT dan KUTUK." Mari kita ambil beberapa ayat nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ulangan 11:26-28&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;11:26Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;11:27berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;11:28dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewa-dewi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali mitos-mitos maupun kebudayaan-kebudayaan masyarakat di berbagai daerah di dunia ini, termasuk di Indonesia. Banyak pula praktek-praktek upacara dan praktek-praktek memberikan sesajen(persembahan) bagi dewa-dewa tertentu dan menyembah mereka, tentu saja tujuan nya juga banyak dan beraneka ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil saja beberapa contoh di kalangan masyarakat kita. Ada yang memberikan sesajen dan melakukan upacara kepada dewa atau "makhluk" gunung supaya makhluk ini memberikan keamanan pada warga di sekitar gunung, agar gunung nya tidak meletus dan makan korban, dll. Bahkah beberapa kepercayaan berkata bahwa jika gunung nya meletus dan ada korban berarti si "penunggu" gunung itu sedang marah entah karena kelalaian upacara, atau masyarakat melakukan hal-hal yang "dewa gunung" tersebut tidak suka.&lt;br /&gt;Adalagi seperti beberapa kalangan di masyarakat jawa melakukan upacara-upacara penyembahan kepada dewi kesuburan misal nya (beberapa orang menyebutnya Dewi Sri), tujuan nya agar panen padi nya bagus, agar padi nya "dijaga" oleh dewi tersebut dan "diberkati" sehingga hasil nya melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya manusia melakukan penyembahan dan memberikan korban-korban mereka kepada dewa-dewi ini bukan karena mereka mencintai nya, bukan juga karena dewa/dewi ini terlebih dahulu mencintai manusia dan manusia pun memberikan balasan kepada nya dengan memberikan persembahan-persembahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanya "TAKUT" kepada nya jika tidak mendapat "berkat" dan hidupnya menjadi tidak enak. Manusia bukan memikirkan kesenangan atau kebahagiaan yang di sembahnya, tetapi manusia mengabdi dan memberikan persembahan untuk mendapatkan reward yang lebih besar, mendapatkan keuntungan yang lebih besar, untuk kebutuhan manusia sendiri, untuk keberhasilan manusia sendiri, untuk keuntungan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALLAH BAPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Allah kita, Allah Abraham, Allah ishak, Allah Yakub, adalah Allah yang mengasihi kita, dia terlebih dahulu mengasihi kita sebelum segala sesuatu terjadi. Allah kita tidak pernah merugikan kita untuk kepentingan-Nya, Allah tidak pernah "cuek" terhadap kita apapun yang kita lakukan Dia tetap lah mengasihi kita. Allah adalah Kasih. Dan puncak nya adalah Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib untuk menebus kita, inilah kebesaran KASIH NYA. Terlihat Allah begitu eksis di dalam kehidupan kita dan Dia sangat-sangat memikirkan dan mengasihi kita. Apakah kita mengerti dan memahami akan kasih-Nya dan pengorbanan Nya yang begitu besar ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: blue;"&gt;Yohanes 3:16&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: blue;"&gt;&lt;span id="r"&gt;&lt;span id="w"&gt;3:16Karena&lt;/span&gt; &lt;span id="w"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span id="w"&gt;besar&lt;/span&gt; kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika saya berada di suatu gereja atau pada perkumpulan orang-orang kristen saya melihat begitu antusias nya mereka menyatakan bahwa mereka mencintai Tuhan nya. Mereka menggembar-gemborkan nama Yesus yang mereka mengerti Pribadi itu lah yang mengorbankan diriNya untuk mereka. Saya tidak tahu seberapa dalam mereka menghargai pengorbanan dan kasih Kristus, mungkin hanya Tuhan lah yang tahu masalah kedalaman hati. Tapi coba kita melihat beberapa fakta berikut ini dan sejenak berpikir tentang nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;MenDewakan ALLAH&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali saya melihat orang-orang kristen setia memberikan perpuluhan, setia memberikan persembahan mereka ke dalam kantung2 kolekte atau kotak2 kolekte yang berada di dalam gereja. Entah apa tujuannya hanya mereka masing-masing yang tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali juga saya berbincang-bincang dengan rekan-rekan kristen tentang persembahan, perpuluhan, dll. Banyak dari mereka yang bilang, "jika kamu ingin diberkati, maka kamu harus memberikan korban persembahan dulu." Ada pula yang berkata " dengan memberikan perpuluhan maka Allah akan memberkati kita, Allah akan membuka tingkap-tingkap langit, bla bla bla..." Ada juga beberapa kotbah yang "menakut-nakuti" jemaat nya jika kita tidak memberikan perpuluhan maka kita akan melarat dan bla bla bla. Entah memang bermaksut tulus memberi pengarahan, atau ingin mencari keuntungan bagi greja itu sendiri dengan menggunakan ayat yang seolah-olah mengerikan agar orang takut, yaaahhh...itu hanyalah mereka dan Tuhan yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil nya ada beberapa bahkan banyak dari kalangan kita yang memberikan perpuluhan atau persembahan dengan tujuan agar diberkati Tuhan. Mereka memberi banyak dan menyumbang banyak agar mendapatkan reward yang banyak pula. Mereka memberikan perpuluhan agar usaha-usaha mereka diberkati dan "dijagai oleh Tuhan." Mereka memberi perpuluhan agar Tuhan menghalau belalang-belalang pelahap bagi usaha mereka. Mereka buru-buru setiap awal bulan memberikan perpuluhan dengan rasa takut bila tidak memberi perpuluhan nanti akan sial dan pekerjaan mereka jadi bangkrut. Setelah mereka kaya dan diberkati...??? ya terus saja berikan persembahan yang lebih banyak agar semakin kaya...??? lalu...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan lah berbagai teori para theolog tentang REWARD itu adalah benar, tapi bila kita membuat REWARD itu melebihi Pribadi Nya sendiri, melebihi kasih mu kepada ALLAH, bukankah itu adalah degradasi kasih mu kepada ALLAH? bukankah BERKAT Nya telah menjadi aLLAH LAIN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ulangan 5:7&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5:7&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan beberapa hal, jika kita seperti itu apakah itu tidak sama saja memperlakukan ALLAH kita sebagai DEWA/DEWI yang kerjanya hanya menyediakan reward buat kita karena persembahan-persembahan kita, tanpa ada suatu hubungan pribadi yang lebih dekat lagi?&lt;br /&gt;Setiap Firman Tuhan yang ditulis adalah untuk suatu HUBUNGAN yang indah dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus mengapa ada ayat yang menyuruh kita untuk meminta kepada Tuhan??? mengapa ada ayat yang menyatakan kita harus tekun berdoa??? meminta???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya pernah membuat "berkat papa saya" menjadi lebih "berarti" daripada papa saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya pernah merenungkan hal ini...ada satu kejadian yang saya alami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya berjalan-jalan dengan papa, mama, n adik ku ke mall. Papa menanyakan padaku, kamu mo beli sepatu gak? saya jawab, ahhh gak ah. Memang saya selalu kalo minta sesuatu kepada mama karena dulu saya tidak dekat dengan papa, bahkan meminta sesuatu kebutuhan sama papa pun rasanya segan nya setengah mati. Saya memang kurang dekat dengan papa. Setelah itu mama mulai memilihkan sepatu untuk saya, saya bilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" aahhhh itu terlalu mahal ma." &lt;/span&gt;Mama menjawab&lt;span style="font-style: italic;"&gt; " aahhh gapapa, orang papa mu ada uang kok, tuhh liat papa mu tuh kepengen banget membelikan sesuatu buat kamu."&lt;/span&gt; Suatu saat mama bilang pada mbak Sri (pekerja yang sudah mengasuh saya sedari saya kecil, saya sudah anggap dia seperti tante saya) mama bilang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; " tuuhhh mbak, dulu dani tuh gak deket sama papa nya, jadi sekarang papa nya kepengeeeeeen banget beliin sesuatu buat anak nya, papa nya pengen deket, jadi gak mau kan si daniel nya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu memang papa sedang agak berjaya di dalam usaha nya. Dan ternyata papa ingin sekali jika saya bisa minta sesuatu secara terbuka dengan papa, karena papa ingin lebih dekat kepada saya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jika saya meminta sesuatu sama papa, wah papa langsung antusias dan semangat untuk membelikan. Itu karena papa ingin mempunyai suatu hubungan yang harmonis dan normal antara seorang ayah kepada anak nya&lt;/span&gt;. Hubungan yang dekat, hubungan yang intim, ini akan membuat bahagia papa dan tentunya anak-anak nya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pernah juga suatu saat saya memperlakukan papa dengan cara yang lain, dengan cara yang kejam menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya benar-benar kesal dengan papa yang selalu membuat ku kepaitan, saya pernah berkata pada teman saya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; " aaahhhh, biarkan saja papa seperti itu sama aku,aku gak mau ngelawan, toh aku masih butuh uang nya buat aku kuliah dan hidup, nanti kalo aku sudah bisa cari uang sendiri ya cuekin aja kan sudah bisa bebas." &lt;/span&gt; Sampai saat ini saya menyesal sempat berpikiran dan memperlakukan papa dulu seperti itu, karena sebenarnya papa gak sejahat itu. Papa saya memberikan semua materi yang saya butuh kan karena mengasihi saya, tetapi saya membuang kasih dan pribadi papa dari dalam hati saya.&lt;br /&gt;Coba anda bayangkan jika anda adalah papa saya dan mendengar saya berkata seperti itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah segala sesuatu nya di dalam hubungan cinta kasih mu kepada Tuhan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Komunikasi 2 arah memang TUHAN ingin kan untuk menjadikan kita semakin dekat dengan Dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita berdoa minta sama Tuhan minta ini lah, itu lah, bla bla bla...yang untuk kepentingan kita, tanpa kita memikirkan "perasaan" TUHAN dan apa yang TUHAN mau di dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita meperlakukan Tuhan itu sebagai Bapa kita?&lt;br /&gt;sebagai Pribadi yang sangat-sangat mengasihi kita?&lt;br /&gt;atau cuman sebagai DEWA saja?&lt;br /&gt;sebagai MESIN PENCETAK UANG?&lt;br /&gt;sebagai SATPAM buat usaha kita?&lt;br /&gt;sebagai DUKUN untuk memberi pentunjuk nomer togel?&lt;br /&gt;atau sebagai TUKANG RAMAL yang bisa ngasi pentunjuk masa depan ini itu?&lt;br /&gt;Sebagai BANK yang bisa memberikan KREDIT pada kita?&lt;br /&gt;setelah itu....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menginginkan suatu hubungan yang intim dengan kita sebagai Bapa dan anak. Suatu hubungan yang harmonis, suatu hubungan yang normal sebagai keluarga yang manis. Oleh sebab itu YESUS mengajarkan pada kita menyebut Tuhan sebagai BAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak lebih dari cukup KasihNya di kayu salib sehingga kita bisa tersentuh untuk mengasihi Dia?&lt;br /&gt;Apakah kita mengerti pengorbanan Nya secara dalam di hati kita?&lt;br /&gt;Ataukah kita cuman mengucapkan nyanyian-nyanyian syukur dan mengagungkan nama yesus di mulut kita dengan berteriak-teriak di gereja dan tetap memperlakukan Tuhan kita dengan cara yang kita mau?&lt;br /&gt;Tidak cukup kah pengorbananNya di kayu salib untuk mengetuk hati kita agar kita bisa merasa bahwa kita tidak layak di hadapan Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Markus 12:30&lt;span id="r" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span id="w"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="r" style="color: blue;"&gt;&lt;span id="w"&gt;12:30Kasihilah&lt;/span&gt; Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span id="r" style="font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tidak cukupkah pengorbanan Nya di kayu salib membuat kita benar-benar merasa tidak layak dan harus mengasihi Dia tanpa pamrih dengan memahami bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD BLESS... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN-DAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1563537655086454137-4746235027387347111?l=tulisanku-dan-dan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/feeds/4746235027387347111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/jangan-dewakan-allah-mu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/4746235027387347111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1563537655086454137/posts/default/4746235027387347111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanku-dan-dan.blogspot.com/2009/05/jangan-dewakan-allah-mu.html' title='Jangan &quot;Dewakan&quot; Allahmu'/><author><name>DAN-DAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04714273071217834508</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TUw2sMrz4uI/AAAAAAAAAKM/TKWjEdi7tww/s220/drum%2Bsinterklas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mj4V4Z4lS7s/TFhS0dgdR_I/AAAAAAAAAHM/rXAjp1DYk-A/s72-c/patung-zeus-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
